Site icon Berita Fakta Indonesia

Asia Africa Festival 2026 Resmi Dibuka di Bandung, Usung Semangat Kolaborasi Global dan Keberlanjutan

Faktaindonesianews.com, Bandung Asia Africa Festival (AAF) 2026 resmi dibuka di kawasan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pada Sabtu, 11 Juli 2026. Mengangkat tema “Unity in Diversity, Rising in Harmony”, festival tahunan ini kembali menghidupkan Semangat Bandung sebagai simbol persatuan, kerja sama internasional, serta komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri berbagai delegasi dari dalam maupun luar negeri. Selain menjadi ajang perayaan budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai gagasan mengenai masa depan dunia yang lebih damai, adil, dan ramah lingkungan.

Bandung Tegaskan Komitmen Menjaga Warisan Dasasila Bandung

Rangkaian pembukaan diawali dengan sambutan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Kota Bandung memiliki posisi penting dalam sejarah dunia sebagai tempat lahirnya Dasasila Bandung, yang hingga kini tetap menjadi inspirasi dalam membangun hubungan internasasional yang didasarkan pada kesetaraan, penghormatan, dialog damai, dan kerja sama antarbangsa.

Menurut Iskandar, tema yang diusung pada Asia Africa Festival 2026 mencerminkan pentingnya menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk mempererat persahabatan dan memperluas kolaborasi lintas negara.

“Sebagai kota kelahiran Dasasila Bandung, Pemerintah Kota Bandung tetap berkomitmen menjaga warisan tersebut melalui visi Bandung Utama, yakni membangun kota yang unggul, inklusif, amanah, maju, dan agamis,” ujar Iskandar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keramahan yang selama ini menjadi identitas Kota Bandung. Menurutnya, festival ini merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan antarbangsa sekaligus membangun dunia yang lebih harmonis dan sejahtera.

Green Bandung Spirit Jadi Jawaban atas Tantangan Perubahan Iklim

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat, menilai bahwa nilai-nilai Semangat Bandung harus terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Jika dahulu menjadi simbol perjuangan kemerdekaan dan solidaritas negara-negara Asia-Afrika, kini semangat tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk Green Bandung Spirit.

Menurut Jumhur, dunia saat ini menghadapi tantangan besar berupa perubahan iklim, pencemaran lingkungan, berkurangnya keanekaragaman hayati, hingga kerusakan ekosistem. Persoalan tersebut, kata dia, tidak mungkin diselesaikan oleh satu negara saja sehingga dibutuhkan kerja sama global yang lebih kuat.

“Sudah saatnya kita mentransformasikan Bandung Spirit menjadi Green Bandung Spirit, sebuah komitmen baru Asia dan Afrika untuk memperkuat solidaritas, inovasi, dan aksi bersama,” katanya.

Ia menambahkan bahwa harmoni bukan hanya tercipta dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga melalui hubungan yang seimbang dengan alam. Oleh sebab itu, pembangunan berkelanjutan harus dilaksanakan secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab dengan menumbuhkan budaya ecological repentance atau pertobatan ekologis sebagai bentuk perubahan cara pandang terhadap lingkungan.

Perspektif Inklusif Jadi Sorotan dalam Asia Africa Festival 2026

Pesan mengenai pentingnya inklusivitas turut disampaikan oleh Presiden DILANS (Pergerakan Disabilitas dan Lanjut Usia) Indonesia, Farhan Helmy. Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh peserta melihat berbagai persoalan global dari sudut pandang yang lebih terbuka dan berpihak kepada semua kalangan.

Farhan menjelaskan bahwa pengalamannya sebagai pengguna kursi roda mengajarkan bahwa hambatan terbesar sering kali bukan berasal dari kondisi fisik seseorang, melainkan dari sistem yang belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan semua orang.

Menurutnya, isu seperti aksesibilitas, kesehatan, perubahan iklim, kemiskinan perkotaan, hingga perkembangan teknologi merupakan tantangan yang saling berkaitan dan hanya dapat diselesaikan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Keberagaman bukanlah kelemahan kita. Yang menjadi kelemahan adalah eksklusi,” tegas Farhan.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperbarui Semangat Bandung melalui kerja sama, rasa saling percaya, dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Asia Africa Carnival Tampilkan Ragam Budaya dari Asia dan Afrika

Setelah seremoni pembukaan, kemeriahan Asia Africa Festival 2026 berlanjut dengan penyelenggaraan Asia Africa Carnival. Parade budaya ini menampilkan delegasi dari berbagai negara Asia dan Afrika, perwakilan kota kembar (Sister City), mahasiswa internasional, peserta dari berbagai daerah di Indonesia, hingga puluhan komunitas seni dan budaya.

Karnaval berlangsung menyusuri kawasan Jalan Asia Afrika hingga Jalan Cikapundung Barat, menghadirkan atraksi budaya yang menggambarkan keberagaman sekaligus memperkuat semangat persahabatan antarbangsa. Ribuan warga dan wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan pertunjukan yang menjadi salah satu agenda unggulan dalam perayaan Asia Africa Festival tahun ini.

Exit mobile version