Bandung Jadi Rujukan Karawang Belajar Pengelolaan Aset dan APBD

Bandung Jadi Rujukan Karawang Belajar Pengelolaan Aset dan APBD

BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Kota Bandung kembali menjadi destinasi studi strategis. Kali ini, DPRD Kabupaten Karawang melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Bandung, Kamis (12/6/2025), guna memperdalam wawasan seputar pengelolaan aset dan pertanggungjawaban APBD.

Rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin, disambut langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, didampingi jajaran Inspektorat Kota Bandung serta perwakilan DPRD Kota Bandung.

Bacaan Lainnya

Endang menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari Pemkot Bandung dan menyatakan tujuan utama kunjungan ini adalah menggali praktik baik yang diterapkan Bandung, terutama dalam tata kelola keuangan dan tindak lanjut temuan BPK.

“Kami ingin mendalami praktik baik yang sudah dilakukan Pemkot Bandung. Pengalaman ini sangat berharga untuk kami terapkan di Karawang,” ujar Endang.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam kesempatan itu membagikan pengalamannya menangani dinamika keuangan daerah. Salah satu tantangan awal yang dihadapi adalah keterlambatan honor guru akibat kekhawatiran terkait perubahan regulasi ASN.

“Hanya dalam satu minggu, kami selesaikan persoalan itu melalui koordinasi dengan Inspektorat dan BPK. Komunikasi intensif menjadi kunci,” kata Farhan.

Farhan juga menekankan pentingnya komitmen kepala daerah terhadap tata kelola keuangan sebagai bagian dari upaya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Inspektur Kota Bandung, Dharmawan, menambahkan bahwa digitalisasi aset menjadi kunci dalam peningkatan transparansi. Saat ini, status kepemilikan dan penyewaan aset bisa diakses secara digital.

“Dulu sewa tanah disebut ‘Setan’. Tapi sekarang, alhamdulillah sudah jauh lebih tertib,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga, menegaskan bahwa keharmonisan antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci dalam pembenahan tata kelola.

Kegiatan ini ditutup dengan sharing session terkait mekanisme tindak lanjut temuan BPK, pengelolaan Silpa, serta penyusunan LKPJ yang akuntabel dan efisien.

Pos terkait