BAZNas RI dan BAZNas Sumedang Latih 30 Penerima Zakat untuk Kuasai Konten Digital dan Media Sosial

BAZNas RI dan BAZNas Sumedang Latih 30 Penerima Zakat untuk Kuasai Konten Digital dan Media Sosial

Sumedang, Faktaindonesianews.com – Sebanyak 30 penerima manfaat zakat produktif di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengikuti pelatihan bertajuk “Optimalisasi Konten Media Sosial” yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Republik Indonesia bekerja sama dengan BAZNas Kabupaten Sumedang, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Aula BAZNas Sumedang dan berfokus pada penguatan keterampilan digital bagi pelaku usaha binaan.

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali berbagai kemampuan penting di era digital, mulai dari strategi pemasaran daring (digital marketing), pembuatan konten kreatif, penguatan personal branding, hingga pemanfaatan sistem affiliate marketing untuk meningkatkan penjualan produk. Ketua BAZNas Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, yang secara resmi membuka acara tersebut, menegaskan bahwa penguasaan media sosial kini menjadi kebutuhan utama dalam mengembangkan usaha.

Bacaan Lainnya

“Media sosial kini bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga etalase bisnis yang efektif. Melalui pelatihan ini, kami ingin para penerima manfaat mampu membuat konten menarik, membangun citra usaha yang positif, dan memperluas jangkauan pasar,” ujar Ayi dalam sambutannya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNas dalam membantu para mustahik agar bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri yang kelak bisa naik kelas menjadi muzaki. “Kami ingin zakat bukan hanya menjadi bantuan sementara, tetapi jalan menuju kemandirian ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan BAZNas RI, Agung Sugeng Pramono, menyebutkan bahwa program ini merupakan bentuk nyata upaya lembaga dalam memberdayakan penerima manfaat zakat di era ekonomi digital. Menurutnya, pelaku usaha binaan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal.

“Kami ingin para penerima manfaat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga memiliki kemampuan digital yang kuat untuk memasarkan produk secara online dan bersaing di pasar nasional, bahkan global,” kata Agung.

Selama dua hari pelatihan, para peserta tidak hanya mendapatkan teori dari praktisi berpengalaman, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung pembuatan konten digital yang relevan dengan produk mereka. Materi yang disampaikan bersifat aplikatif agar peserta bisa segera menerapkan ilmu yang diperoleh dalam usaha mereka masing-masing.

Pos terkait