Bogor, Faktaindonesianews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Komisi VIII DPR RI menyalurkan bantuan logistik dan peralatan untuk mendukung penanganan darurat bencana di Kota Bogor. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dari Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, di Balai Kota Bogor pada Rabu siang.
Bantuan yang diberikan meliputi uang tunai sebesar Rp150 juta serta berbagai peralatan seperti 3 unit chainsaw, 100 lembar terpal, 2 unit tenda berukuran 4×4 meter, 100 paket selimut, 250 paket makanan siap saji, 2 unit lampu portabel, 2 unit perahu karet, dan 100 paket matras. Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan tersebut, yang akan segera digunakan untuk keperluan penanganan bencana di Kota Bogor.
“Bogor setiap tahun mengalami sekitar 1.000 bencana, sebagian besar disebabkan oleh hujan. Kali ini, hujan terjadi di hulu Sungai Ciliwung. Ada dua lokasi krusial, yaitu longsor yang menelan korban balita dan longsor di Batutulis,” jelas Dedie A. Rachim.
Khusus untuk longsor di Batutulis, Dedie menekankan bahwa jalan tersebut merupakan salah satu urat nadi perekonomian bagi warga di Bogor Selatan. Dengan adanya musibah ini, Pemerintah Kota Bogor menyiapkan berbagai alternatif untuk mengatasi dampaknya.
“Kami juga memohon bantuan dari BNPB karena wilayah Batutulis termasuk dalam proyek strategis nasional dengan pembangunan double track. Perbaikan mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama,” ungkapnya.
Sementara itu, Raditya Jati menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BNPB untuk Kota Bogor. Mengingat prediksi BMKG bahwa wilayah Jabodetabek akan mengalami cuaca ekstrem, langkah antisipatif perlu segera diambil.
“Pemda harus memperhatikan dan melaksanakan langkah-langkah terkait penanganan,” jelas Raditya.
Pemberian bantuan ini juga merupakan bentuk dukungan BNPB dalam hal kedaruratan sekaligus untuk mengurangi beban pemerintah daerah, termasuk dalam sosialisasi mitigasi bencana di daerah yang berpotensi terdampak.
“Bantuan ini bisa menjadi bentuk komitmen kita dalam upaya pencegahan bencana. Kami siap membantu lagi jika diperlukan dukungan. Namun, kita juga harus meningkatkan kewaspadaan,” tutup Raditya.
Bantuan yang diberikan oleh BNPB dan Komisi VIII DPR RI kepada Kota Bogor menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung penanganan darurat bencana. Dengan peralatan dan logistik yang disalurkan, diharapkan penanganan bencana di Kota Bogor dapat berjalan lebih efektif, terutama mengingat tingginya frekuensi bencana yang terjadi setiap tahun. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan bencana alam, terutama di wilayah rawan seperti Bogor.
