BPK Jawa Barat Gelar Entry Meeting untuk Pemeriksaan LKPD 2024 di Bandung

BPK Jawa Barat Gelar Entry Meeting untuk Pemeriksaan LKPD 2024 di Bandung
BPK Jawa Barat Gelar Entry Meeting untuk Pemeriksaan LKPD 2024 di Bandung

BANDUNG, Faktaindonesianews.comBadan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat menggelar Entry Meeting untuk Pemeriksaan Interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024 di Balai Kota Bandung pada Rabu, 19 Februari 2025.

Penanggung Jawab Tim Pemeriksa BPK Perwakilan Jawa Barat, Joni Setiawan, menjelaskan bahwa pemeriksaan pendahuluan ini mencakup empat aspek utama, yakni kejelasan Sistem Pengendalian Internal (SPI), tindak lanjut hasil pemeriksaan sebelumnya, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengujian substantif terbatas.

“Pemeriksaan detail lebih lanjut akan tim lakukan pada tahap pemeriksaan terinci,” ujar Joni.

Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Bandung memiliki batas waktu hingga 27 Maret 2025 untuk menyerahkan LKPD. Setelah itu, BPK memiliki waktu 60 hari untuk menyusun dan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

Joni juga menegaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi opini BPK, antara lain akurasi pelaporan, kelengkapan informasi keuangan, serta potensi kecurangan. Ia memastikan bahwa tim akan melakukan pemeriksaan ini secara independen dan profesional demi memperoleh hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera menindaklanjuti catatan yang diberikan BPK pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kita harus memastikan bahwa catatan dari BPK tidak terulang lagi. Pemerintah Kota Bandung sudah memiliki mekanisme yang sesuai standar dan ini harus terus perbaiki,” tegas Koswara.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam penyampaian data dan dokumen kepada tim pemeriksa agar proses audit berjalan lancar.

Koswara berharap Pemkot Bandung dapat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk LKPD 2024.

“Pemeriksaan ini sangat berpengaruh pada rencana perubahan APBD. Saya percaya dengan kerja sama semua pihak, kita bisa menyelesaikan ini dengan baik dan kembali ke WTP,” harapnya.

Pos terkait