BRI Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Akad Massal KUR dan Peluncuran Kredit Program Perumahan

BRI Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Akad Massal KUR dan Peluncuran Kredit Program Perumahan

Jakarta, Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi nasional dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara masif serta meluncurkan Kredit Program Perumahan (KPP). Kedua program tersebut resmi diluncurkan di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (21/10/2025), dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara.

Acara Akad Massal KUR dan peluncuran KPP ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Menteri Perlindungan Pekerja Migran RI Mukhtarudin, serta Direktur Utama BRI Hery Gunardi. Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Airlangga menegaskan bahwa KUR menjadi instrumen penting dalam menciptakan wirausaha baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Ketiga dari Presiden Prabowo Subianto, yakni mendorong lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan nasional.

“Tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp300 triliun. Setiap usaha produktif rata-rata mempekerjakan 3–5 tenaga kerja, sehingga dampaknya akan signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja,” ujar Airlangga dalam keterangannya.

Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, hingga akhir September 2025 BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp130,2 triliun kepada 2,84 juta debitur, atau sekitar 74,40% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 yang mencapai Rp175 triliun.

Sektor produksi masih mendominasi penyaluran KUR BRI, dengan porsi 64,31% dari total pembiayaan. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar, mencapai Rp58,37 triliun atau 44,83% dari total penyaluran. Hal ini menunjukkan komitmen BRI memperkuat sektor riil dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa pelaksanaan akad massal KUR bagi 800.000 debitur sekaligus peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan dunia perbankan dalam menggerakkan ekonomi rakyat.

“BRI menyambut baik pelaksanaan ini sebagai bentuk sinergi lintas sektor untuk memperkuat pengusaha UMKM dan memajukan ekosistem perumahan. Kami berkomitmen mendukung program pemerintah melalui akses pembiayaan yang menyentuh sektor produktif, sehingga mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery.

Hery menambahkan, melalui Kredit Program Perumahan, BRI menyalurkan pembiayaan dari dua sisi. Dari sisi supply, diberikan kepada UMKM atau badan usaha yang bergerak di bidang pengembang perumahan, konstruksi, dan bahan bangunan.

Sementara dari sisi demand, ditujukan untuk individu atau badan usaha yang membutuhkan pembiayaan pembelian, pembangunan, atau renovasi rumah.

“Kami akan terus mengambil peran strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan.

Melalui pembiayaan yang prudent dan berkelanjutan, BRI berkomitmen mendorong pemberdayaan masyarakat menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tangguh,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh debitur KUR dari 38 provinsi di seluruh Indonesia, memperlihatkan jangkauan luas dan dampak nasional dari program ini.

Pos terkait