Jakarta, Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Asta Cita Pemerintah melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung target pembangunan 3 juta rumah sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang sangat luas. Menurutnya, melalui program rumah subsidi seperti KPP dan KPR FLPP, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan yang layak, inklusif, dan terjangkau bagi masyarakat. “Program rumah subsidi tidak hanya menyejahterakan keluarga, tetapi juga menggerakkan ekonomi nasional. Melalui pembiayaan yang mudah diakses, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Hery dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025).
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, memberikan apresiasi atas sinergi kuat antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat. Ia menilai bahwa BRI telah berperan aktif bukan hanya sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat di lapangan. “Saya melihat BRI siap mendukung penuh program perumahan rakyat.
Pegawai mereka mampu menjawab langsung kebutuhan dan pertanyaan masyarakat, terutama pelaku UMKM. Program ini terbukti memberi manfaat besar dan mendapat sambutan positif,” ucap Maruarar.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang menilai bahwa pembangunan rumah rakyat berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Program Tiga Juta Rumah berkontribusi sekitar 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain memperkuat sektor properti, program ini juga menyerap tenaga kerja lintas bidang,” ungkap Tito.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengungkapkan bahwa tingkat backlog perumahan di Sumut masih tinggi, mencapai 938.217 rumah tangga. “Masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni. Penambahan kuota program ini menjadi dorongan besar agar semakin banyak warga Sumut bisa memiliki rumah sendiri,” jelasnya.
Program Kredit Program Perumahan (KPP) BRI memiliki dua sisi: supply dan demand. Dari sisi supply, BRI mendukung UMKM pengembang, kontraktor, dan penyedia bahan bangunan agar mampu meningkatkan kapasitas produksi rumah. Dari sisi demand, BRI memberikan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk pembelian, pembangunan, maupun renovasi rumah yang bisa sekaligus difungsikan sebagai tempat usaha.
Hingga 7 September 2025, BRI mencatat capaian luar biasa dengan menyalurkan 25.080 unit rumah subsidi FLPP, atau setara 100% dari total kuota nasional, menjadikannya sebagai bank dengan penyerapan FLPP tertinggi di antara seluruh Himbara. “Kuota FLPP BRI pada 2025 meningkat signifikan hingga 47% YoY, dari 17.000 unit menjadi 25.000 unit,” tambah Hery.
Kesuksesan ini, kata Hery, merupakan hasil dari kolaborasi erat antara pemerintah, perbankan, pengembang, asosiasi, dan masyarakat“ Dari Medan, kita suarakan semangat gotong royong nasional. Dengan dukungan 3.000 peserta dari berbagai sektor, kami optimistis backlog perumahan bisa ditekan,” tegasnya.
Sebagai bentuk nyata komitmen, BRI menggelar Sosialisasi Kredit Program Perumahan bertema “Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat” di Regale International Convention Centre, Medan. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Sumut Bobby Nasution, dan CEO BRI Hery Gunardi.
