Site icon Berita Fakta Indonesia

Changan Deepal S05 Masih Impor dari Thailand, Perakitan Lokal Tunggu Permintaan Pasar Stabil

Faktaindonesianews.com – Changan Indonesia memastikan Deepal S05 versi Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV) yang dipasarkan di Tanah Air saat ini masih didatangkan secara utuh atau completely built up (CBU) dari Thailand. Langkah tersebut diambil sebagai strategi awal sebelum perusahaan mempertimbangkan produksi lokal melalui fasilitas perakitan milik Indomobil Group.

Meski demikian, peluang perakitan lokal (CKD) tetap terbuka apabila permintaan pasar terhadap SUV listrik tersebut menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

Deepal S05 Masih Diproduksi di Thailand

Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, menjelaskan keputusan mengimpor Deepal S05 dari Thailand bersifat sementara. Saat ini perusahaan masih menyesuaikan rencana produksi dengan kapasitas pabrik perakitan yang dimiliki Indomobil Group di Indonesia.

Menurut Ridjal, dua model Changan lainnya, yakni Lumin dan Deepal S07, telah lebih dahulu dipersiapkan untuk proses completely knocked down (CKD) atau perakitan lokal.

“Kita pasti studi dan sesuaikan dengan kapasitas produksi kita di Indomobil Group. Karena di awal Lumin dan S07 sudah CKD,” ujarnya.

Thailand Dipilih Karena Produksi Sudah Berjalan

Ridjal menjelaskan Thailand dipilih sebagai negara pemasok karena fasilitas produksi Deepal S05 telah beroperasi lebih dulu di negara tersebut.

Selain itu, karakteristik jalan, iklim, dan kondisi berkendara di Thailand dinilai memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia sehingga kendaraan tidak memerlukan penyesuaian teknis yang signifikan sebelum dipasarkan.

“Thailand itu sudah produksi dan kondisi serta medan berkendaranya tidak terlalu jauh berbeda dengan Indonesia, sehingga kami tidak membutuhkan banyak penyesuaian,” jelas Ridjal.

Walaupun demikian, Changan tetap melakukan berbagai pengujian terhadap kendaraan yang akan dipasarkan di Indonesia untuk memastikan performa dan kenyamanannya sesuai dengan kebutuhan konsumen domestik.

Masih Jalani Pengujian untuk Pasar Indonesia

Perusahaan mengungkapkan proses running test masih terus dilakukan terhadap Deepal S05.

Pengujian tersebut bertujuan mengevaluasi apakah terdapat komponen atau pengaturan tertentu yang perlu disesuaikan agar kendaraan mampu memberikan performa optimal sesuai karakter jalan, cuaca, dan kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia.

Jika ditemukan kebutuhan penyesuaian, Changan akan melakukan penyempurnaan sebelum kendaraan diproduksi secara lebih luas.

Perakitan Lokal Menunggu Permintaan Konsumen

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan hingga kini belum ada pembahasan internal mengenai jadwal pasti produksi lokal Deepal S05.

Namun, perusahaan tidak menutup kemungkinan memindahkan proses produksi ke Indonesia apabila permintaan pasar terus meningkat dan dinilai mampu menopang produksi dalam jangka panjang.

Menurut Setiawan, investasi perakitan lokal membutuhkan volume penjualan yang stabil agar operasional pabrik dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Belum ada pembahasan internal. Tapi tidak tertutup kemungkinan kalau nanti permintaannya sudah stabil. Karena pabrik itu kan memproduksi satu mobil diharapkan bisa sustain,” kata Setiawan.

Spesifikasi Deepal S05 BEV dan REEV

Deepal S05 menjadi model ketiga yang diluncurkan Changan di Indonesia setelah Lumin dan Deepal S07.

SUV listrik ini memiliki dimensi yang cukup besar dengan panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm, serta wheelbase 2.880 mm, sehingga menawarkan kabin yang lebih lapang.

Untuk varian BEV, Deepal S05 menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 68,8 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 470 kilometer berdasarkan standar NEDC.

Sementara itu, versi REEV menggabungkan baterai berkapasitas 27,28 kWh dengan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai. Sistem ini memungkinkan kendaraan memiliki jarak tempuh lebih panjang tanpa sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya listrik.

Exit mobile version