Faktaindonesianews.com, Bandung – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kembali menghadirkan bursa kerja atau Job Fair 2026 sebagai langkah konkret menekan angka pengangguran sekaligus mendorong pemulihan ekonomi lokal. Kegiatan ini menjadi jembatan strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Digelar di Teras Sunda Cibiru, Ribuan Lowongan Disiapkan
Dalam waktu dekat, salah satu Job Fair akan diselenggarakan di Teras Sunda Cibiru 17 pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan 3.528 lowongan kerja dari 19 perusahaan yang siap menyerap tenaga kerja dari berbagai latar belakang.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari solusi nyata dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan saat ini.
Angka Pengangguran Masih Jadi Tantangan Utama
Yayan menjelaskan, penyelenggaraan job fair dilatarbelakangi masih tingginya angka pengangguran terbuka yang berada di atas rata-rata nasional. Selain itu, terjadi kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang, terutama pasca-pandemi dan di tengah percepatan transformasi digital.
“Job fair ini bukan sekadar ajang rekrutmen tetapi solusi nyata untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja yang ada,” ujarnya saat talk show di Radio Sonata bersama PR FM, Selasa, 21 April 2026.
Sektor Digital dan Kreatif Mulai Mendominasi
Menurut Yayan, puluhan hingga ratusan perusahaan dari berbagai sektor turut ambil bagian dalam Job Fair 2026. Sektor manufaktur, ritel, perhotelan, serta food and beverage masih menjadi penyumbang terbesar kebutuhan tenaga kerja.
Namun demikian, sektor digital dan industri kreatif seperti teknologi informasi, digital marketing, dan startup menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini menandakan perubahan arah kebutuhan tenaga kerja di era modern.
Peluang Besar untuk Fresh Graduate dan Lulusan SMK
Secara keseluruhan, tersedia ribuan lowongan kerja dari berbagai jenjang, mulai dari entry level hingga posisi berpengalaman. Kondisi ini membuka peluang luas bagi fresh graduate dan lulusan SMK yang menjadi target utama penyerapan tenaga kerja.
Dilengkapi Pelatihan dan Konsultasi Karier
Tak hanya menghadirkan lowongan pekerjaan, Job Fair 2026 juga dilengkapi berbagai program pendukung seperti:
- Konsultasi karier
- Pelatihan penyusunan CV
- Coaching clinic
- Seminar tren industri
Program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan serta daya saing pencari kerja di tengah persaingan yang semakin ketat.
Keamanan dan Transparansi Jadi Prioritas
Disnaker memastikan seluruh perusahaan peserta telah melalui proses verifikasi ketat guna menjamin legalitas serta transparansi informasi lowongan kerja. Selain itu, disediakan pula kanal pengaduan untuk mengantisipasi potensi penipuan.
Meski terbuka untuk umum, warga ber-KTP Kota Bandung tetap mendapat prioritas dalam akses informasi dan program pendampingan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah.
Kemampuan Digital Jadi Kunci Masa Depan
Yayan mengakui, tantangan terbesar saat ini adalah mismatch antara kualifikasi tenaga kerja dan kebutuhan industri. Selain itu, akses informasi yang belum merata serta perkembangan teknologi yang cepat menjadi faktor penting yang harus diantisipasi.
“Ke depan, kemampuan digital, komunikasi, dan adaptasi menjadi kunci utama agar tenaga kerja bisa bertahan dan berkembang,” tegasnya.
Persiapan Matang Jadi Penentu Kesuksesan
Ia pun mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri secara maksimal sebelum mengikuti job fair, mulai dari kelengkapan dokumen hingga riset terhadap perusahaan yang dilamar.
“Job fair adalah langkah awal. Yang terpenting adalah terus belajar dan mengembangkan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja,” tutupnya.
