Disnaker Kota Bandung Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Produktivitas

Faktaindonesianews.com, Bandung – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Pelatihan Peningkatan Produktivitas (P3) yang digelar di Hotel Oakwood Merdeka Bandung. Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelaku UMKM dan calon wirausaha baru sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menegaskan, UMKM memiliki peran penting sebagai penopang utama perekonomian daerah sehingga perlu terus diperkuat agar mampu bersaing di tengah perkembangan pasar global.

Bacaan Lainnya

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita; ketika UMKM kuat, maka ekonomi Bandung akan melesat,” ujarnya.

Menurut Yayan, tantangan pelaku usaha saat ini semakin kompleks karena persaingan tidak lagi terbatas pada pasar lokal. Kemajuan teknologi membuat produk luar negeri dapat dengan mudah masuk ke pasar domestik melalui platform digital.

“Kita tidak lagi hanya bersaing dengan tetangga sebelah, tapi bersaing dengan produk dari seluruh dunia yang masuk lewat genggaman ponsel,” katanya.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang guna menciptakan UMKM yang lebih produktif, efisien, dan memiliki daya saing tinggi. Salah satu fokus utama program adalah membangun pola pikir pelaku usaha agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek.

“Pelatihan ini bertujuan mengubah cara pandang dari sekadar berjualan untuk hari ini menjadi membangun bisnis yang berkelanjutan. Kita ingin UMKM Bandung naik kelas, bukan hanya jago kandang, tapi siap ekspor,” ungkapnya.

Selain penguatan mindset kewirausahaan, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait efisiensi operasional, pengendalian kualitas produk, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan usaha.

Yayan turut menekankan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang kuat. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan sebagai ruang membangun jaringan dan kemitraan usaha.

“Jangan anggap peserta lain sebagai kompetitor, tapi sebagai calon mitra kolaborasi. Ekonomi Bandung akan kuat jika kita saling sauyunan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Kerja Disnaker Kota Bandung, Rina Indrisari Nugraha menjelaskan, program ini menjadi bagian dari prioritas pemerintah daerah pada 2026 untuk menciptakan pelaku usaha yang adaptif dan kompetitif.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta mampu mengembangkan usaha secara lebih produktif dan berdaya saing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” katanya.

Pelatihan Peningkatan Produktivitas (P3) berlangsung selama lima hari mulai 18 hingga 22 Mei 2026 dan diikuti 60 peserta yang berasal dari kalangan UMKM serta calon wirausaha baru di Kota Bandung.

Pos terkait