Faktaindonesianews.com, Bandung – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan kerja yang menyesuaikan kebutuhan industri modern dan perkembangan teknologi digital. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya siap bersaing di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar kerja global.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menegaskan, Kota Bandung memiliki modal besar berupa dominasi penduduk usia produktif. Potensi tersebut dinilai harus dimanfaatkan secara maksimal melalui pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Menurutnya, penguatan kompetensi masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah. Karena itu, Disnaker berupaya menghadirkan program pelatihan yang tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan lapangan kerja.
“Mayoritas masyarakat Kota Bandung berada di usia produktif. Ini menjadi kekuatan besar yang harus diarahkan melalui pelatihan yang tepat dan sesuai kebutuhan industri,” ujar Yayan saat menghadiri kegiatan di Hotel Oakwood, Selasa 19 Mei 2026.
Sebagai kota yang dikenal dengan sektor jasa yang berkembang pesat, Bandung memiliki peluang besar di bidang kuliner, perdagangan, perhotelan hingga layanan kreatif lainnya. Kondisi tersebut membuat Disnaker memfokuskan pelatihan pada sektor-sektor yang memiliki potensi penyerapan tenaga kerja tinggi.
Program pelatihan yang disiapkan pun dibuat lebih adaptif agar peserta bisa langsung terjun ke dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Tidak hanya berhenti pada pelatihan dasar, Disnaker Kota Bandung juga menghadirkan program lanjutan berupa peningkatan produktivitas bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas produk, efisiensi usaha, hingga daya saing bisnis mereka.
Yayan menjelaskan, pengembangan keterampilan saat ini juga mulai diarahkan pada sektor teknologi digital yang memiliki pertumbuhan sangat cepat. Peluang kerja di bidang konten digital, analisis data, hingga pemrograman dinilai semakin terbuka lebar dan menjadi sektor ekonomi masa depan.
Ia menilai, masyarakat Bandung memiliki karakter kreatif dan cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Hal itu menjadi modal penting untuk mengembangkan talenta digital yang mampu bersaing secara nasional maupun internasional.
Untuk memperkuat kualitas pelatihan, Disnaker Kota Bandung membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Google dan Amazon Web Services. Kerja sama tersebut difokuskan pada penyediaan pelatihan dengan standar industri agar peserta memperoleh keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja modern.
Selain keterampilan teknis, Disnaker juga mendorong peningkatan kemampuan bahasa asing sebagai bekal masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar untuk menciptakan tenaga kerja Kota Bandung yang kompetitif di pasar internasional.
Program pelatihan berbasis industri dan teknologi ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Bandung dalam menghadapi transformasi ekonomi digital. Dengan kombinasi pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, serta kolaborasi bersama perusahaan teknologi dunia, Disnaker berharap masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan.
