Bandung, Faktaindonesianews.com – Dorong Investasi di sebagian wilayah selatan Jawa Barat masih tergolong kecil, padahal daerah ini memiliki potensi besar. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Nining Yulistiani, mengungkapkan hal tersebut saat membuka Forum OPD PMPTSP se-Jabar di Kota Bandung, Selasa (18/2/2025). Menurutnya, beberapa kabupaten/kota yang masih memiliki volume investasi kecil antara lain Kabupaten Pangandaran, Kota Sukabumi, Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis.
“Bukan karena daerah ini tidak memiliki potensi investasi, tetapi pemanfaatannya belum optimal. Sektor kemaritiman, perkebunan, dan pertanian menyimpan potensi besar, terutama untuk program hilirisasi,” kata Nining.
Melalui Forum OPD bidang PMPTSP, Nining berharap forum ini dapat merumuskan formula percepatan investasi di Jawa Barat, terutama di wilayah selatan.
“Pertemuan ini harus mampu menyinkronkan program kerja di bidang investasi. Target capaian pertumbuhan ekonomi nasional hingga 2029 sebesar 8 persen. Investasi memegang peranan penting untuk mencapai angka tersebut. Kami akan terus mendorong peningkatan investasi yang berkualitas dan inklusif,” ungkapnya.
Direktur Tata Kelola Hilirisasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Ahmad Faisal, yang menjadi salah satu pembicara, menyatakan bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar untuk terus menjadi provinsi dengan investasi tertinggi di Indonesia.
“Jawa Barat luar biasa dengan segala potensinya, baik dari segi kekayaan alam maupun sumber daya manusia. Memang ada beberapa bahan tambang seperti nikel yang tidak tersedia di Jabar. Tetapi dalam program hilirisasi, pabrik pengolahan nikel berpotensi dibangun di Jabar. Salah satu kegunaan nikel adalah dalam pembuatan baterai kendaraan listrik, sementara pabrik kendaraan listrik sudah ada di Jabar. Tentu saja, pabrik pembuatan baterai akan lebih efisien jika berdekatan dengan pabrik kendaraan,” ujar Faisal.
Pembicara lain dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Firaldi Akbar, menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam meningkatkan investasi.
“Kami siap bekerja sama, tetapi harus ada langkah konkret. Jangan sampai setiap program hanya berhenti pada MoU. HIPMI berkomitmen menggerakkan potensi yang dimiliki anggotanya,” ungkapnya.
