Jakarta, Faktaindonesianews.com – Sambal Kawani, produk sambal kemasan asal Jakarta, sukses memperluas pasar ekspornya ke Taiwan dan berencana menembus negara-negara Asia lainnya seperti Malaysia dan Singapura. Produk ini lahir dari dapur kecil usaha ayam goreng rumahan yang dijalankan Daniel Hendra.
Pandemi Covid-19 menjadi titik balik usaha Daniel. “Waktu itu omzet kami bisa mencapai Rp3,5 juta per hari dari penjualan ayam goreng. Namun, saat pandemi, food court sepi dan pemasukan menurun drastis,” kenang Daniel, Sabtu (31/5/2025).
Meski omzet menurun, Daniel menemukan peluang baru. “Saat orang mulai makan di luar lagi, ternyata mereka suka sambal kami. Dari situ kami fokus ke produksi sambal kemasan,” ujarnya.
Sambal Kawani kini menawarkan 18 varian rasa, termasuk sambal ikan roa, cakalang, cumi, oseng iga, teri pete, dan chili oil. Pesanan dari Taiwan terus meningkat, dengan ribuan botol dikirim dalam tiap pengiriman.
Daniel juga mengincar pasar di Singapura dan Malaysia, melihat tingginya permintaan dari diaspora Indonesia. “Permintaan di Singapura dan Amerika Serikat masih jasa titip, tapi kami optimistis bisa mulai dengan sistem bulk order,” katanya.
Kesuksesan Sambal Kawani tidak lepas dari dukungan Rumah BUMN BRI Jakarta sejak 2022. Melalui program ini, Daniel mendapatkan pelatihan branding, digitalisasi, dan pengelolaan keuangan.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan, “BRI tidak hanya memberi pembiayaan, tapi juga memberdayakan UMKM lewat pelatihan dan pendampingan. Rumah BUMN menjadi pusat pengembangan kapasitas yang sangat membantu pelaku usaha.”
Dengan strategi ini, Sambal Kawani tidak hanya bertahan di tengah pandemi, tetapi juga tumbuh menjadi brand lokal yang mendunia, membawa cita rasa autentik Indonesia ke pasar global.
