Ekonomi Kota Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi dan Pentingnya Peran Koperasi

Faktaindonesianews.com, Bandung  – Kinerja perekonomian Kota Bandung menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai 5,76 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 5,29 persen. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat terus mengalami peningkatan.

Meski demikian, di balik pertumbuhan yang menggembirakan tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Salah satunya adalah meningkatnya laju inflasi yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri acara pengangkatan sumpah dan janji pengurus serta pengawas Koperasi Konsumen Mitra KPKB periode 2026–2031 di Kota Bandung, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Farhan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat maupun belanja pemerintah berjalan dengan baik. Namun, peningkatan permintaan tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan pasokan barang di pasar sehingga memicu kenaikan harga berbagai komoditas.

Ia menjelaskan, saat ini tingkat inflasi di Kota Bandung mencapai sekitar 0,3 persen per bulan. Jika diakumulasikan dalam satu tahun, angka tersebut berpotensi melampaui 3,5 persen. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat mengurangi daya beli masyarakat apabila tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan dan stabilitas pasokan barang.

Salah satu faktor yang mendorong inflasi adalah naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama komoditas pangan. Kenaikan harga cabai yang sempat mencapai Rp120.000 per kilogram menjadi contoh bagaimana ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang dapat memengaruhi pasar.

Selain faktor pasokan, Farhan menilai perubahan pola konsumsi masyarakat Bandung juga menjadi bagian dari dinamika ekonomi yang sedang berlangsung. Masyarakat saat ini cenderung memilih produk dengan kualitas lebih baik dibanding hanya mempertimbangkan harga murah. Tren tersebut mencerminkan meningkatnya daya beli sekaligus perubahan preferensi konsumen di kalangan masyarakat perkotaan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang besar bagi berbagai sektor usaha, termasuk koperasi. Ia mendorong koperasi untuk lebih adaptif dalam membaca kebutuhan pasar dengan menyediakan produk berkualitas yang sesuai dengan karakter konsumen Kota Bandung.

Farhan secara khusus mengajak Koperasi Konsumen Mitra KPKB yang memiliki ribuan anggota untuk memperluas pengembangan usaha pada produk-produk kelas menengah yang saat ini memiliki permintaan tinggi. Dengan strategi yang tepat, koperasi tidak hanya dapat meningkatkan keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih besar bagi para anggotanya.

Selain sektor konsumsi, Farhan juga menyoroti perubahan tren investasi masyarakat. Saat ini, banyak masyarakat kelas menengah mulai melirik investasi emas sebagai instrumen yang dianggap lebih stabil dan mudah dipahami dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Melihat fenomena tersebut, ia mendorong koperasi untuk menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan seperti Pegadaian guna menghadirkan layanan tabungan emas bagi para anggota. Produk tersebut dinilai memiliki prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi berbasis logam mulia.

Meski peluang usaha terus terbuka, Farhan mengingatkan bahwa koperasi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Ia menekankan pentingnya fungsi sosial koperasi sebagai alat pemerataan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mampu mengurangi kesenjangan apabila manfaatnya tidak dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, koperasi memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh anggota, termasuk mereka yang berpenghasilan rendah, tetap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kota Bandung. Selain itu, pengurus koperasi juga diminta untuk menjaga profesionalisme, transparansi, dan integritas dalam menjalankan organisasi.

Pos terkait