BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Kabar membanggakan datang dari Kota Banjar. Elsani Nur Siva Rahmania, perwakilan Duta Batik Jawa Barat, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Grand Final Duta Batik Indonesia 2025 yang digelar di Surabaya pada 17–19 Oktober 2025.
Elsa, sapaan akrabnya, tampil memukau dalam ajang tersebut dengan membawakan berbagai batik khas Jawa Barat, mulai dari batik Ciamis, batik Cirebon, hingga batik motif ranginang daun tarum khas Kota Banjar.
Prestasinya ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa batik Banjar mampu bersaing di kancah nasional.
“Alhamdulillah, responnya cukup bagus di sana. Sudah banyak yang tahu kalau di Jawa Barat ada batik ranginang,” ujar Elsa kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).
Elsa mengaku sejak awal memiliki semangat besar untuk mengenalkan batik sebagai kekayaan budaya nasional, khususnya batik dari tanah kelahirannya, Kota Banjar.
Menurutnya, batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda.
Dalam kiprahnya sebagai Duta Batik Jawa Barat, Elsa tak hanya aktif di panggung kompetisi. Ia juga rutin melakukan advokasi dan edukasi batik melalui aplikasi Sobat Batik Jabar serta media sosial pribadinya.
Melalui platform tersebut, ia melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Jadi aku punya aplikasi Sobat Batik Jabar dan juga medsos. Saya advokasi ke sekolah-sekolah, sosialisasi apa itu batik dan bagaimana cara membatik. Itu bentuk upayaku mengenalkan batik lebih luas,” jelasnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, pemilik Gerai Yola Batik, Lalak Siti Malak, turut merasa bangga karena batik motif ranginang daun tarum hasil karyanya dapat dikenalkan secara luas lewat ajang bergengsi tersebut.
Ia menilai keikutsertaan Elsa menjadi wadah penting untuk promosi batik lokal Banjar dan Jawa Barat ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga batik motif ranginang daun tarum Kota Banjar bisa dikenakan oleh duta batik di tingkat nasional,” tutur Lalak.
Ia berharap, melalui berbagai ajang promosi seperti Duta Batik Indonesia, batik khas Kota Banjar dapat semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Bagi Elsa, pencapaian ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari misi panjang untuk memperkenalkan batik Banjar kepada dunia.
Ia berkomitmen terus menjadi duta budaya yang mampu menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan batik Indonesia.
