Berita, FaktaIndonesiaNews.com – Empat hal yang menyelamati manusia dari kerugian dalam hidupnya. Seperti yang telah di sampaikan oleh Bapak Agus dalam ceramahnya. Saat mengisi pelaksanaan sholat tarawih di Masjid Al- Hidayah, Pasir Layung Atas RT.07/ RW. 09 Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, 29/3/2024.
Pertama, hati yang selalu di isi dengan nilai-nilai keimanan kepada Allah dan Rasulnya. Kedua, seluruh anggota badan dan panca indranya di arahkan untuk beribadah kepada Allah tentu saja ibadah dalam pengertian yang luas. Ketiga, lisannya selalu di pergunakan untuk berzikir dan saling memberikan nasihat dalam kebenaran dan nasehat dalam kesabaran. Dan yang ke empat akal pikirannya di pergunakan untuk mentadaburi /memikirkan ayat-ayat Allah dalam kehidupannya. Baik ayat-ayat quraniyah maupun ayat-ayat kauniyah yang terbentang luas di alam jagat raya ini.
Keempat hal tersebut tentunya saling terkait satu sama lain. Akan tetapi yang paling dominan dan memegang kendali adalah hati yang ada pada setiap manusia. Hatilah yang memegang kemudi kearah mana jasad, lisan dan pikir akan di bawa, apakah kearah keselamatan ataukah kehancuran dan kerugian. Dalam sebuah hadis yang sangat masyhur Rasul berabda: Perhatikan bahwa di dalam tubuh kalian terdapat segumpa daging. Apabila ia baik, baiklah seluruh tubuh, dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh, ketahuilah itu adalah hati.
Hikmah Agung Dari Puasa Ramadhan
Salah satu hikmah agung dari puasa Ramadhan adalah mendidik hati orang yang beriman agar terhindar dari keruntuhan dan kerugian. Ibadah puasa mendidik pelakunya agar memiliki keimanan yang kuat, mendidik pelakunya untuk berbuat ikhlas, syukur dan sabar. Mendidik pelakunya dengan sifat khusyu’ (tenang) dan tawadhu’ (rendah hati). Mengajarkan pelakunya dengan sifat cinta, kasih sayang dan kelembutan serta kepedulian terhadap sesama. Mendidik pelakunya dengan sifat yaqin dan jiwa oftimisme (raja’). Juga mengajarkan pelakunya dengan sifat jujur dan amanah. Dan puasa juga mengarahkan pelakunya untuk selalu dekat dan terbiasa dengan nilai-nilai Rabbaniyah.
Hujjatul Islam Imam Al- ghazali bertutur bahwa puasa adalah merupakan salah satu cara untuk membersihkan hati. Dengan mengatakan : “perasaan lapar dan dahaga yang di alami oleh orang yang berpuasa adalah jalan untuk mencapai martabat takwa. Karena lapar dan dahaga akan membershkan hati dari noda dan bintik hitam yang timbul akibat pengaruh nafsu. Dan apabila dinding hati menjadi bersih, maka teranglah pandangan basyariah mata hati. Dari basyariah yang bersih akan menimbulkan semangat dalam melakukan berbagai amal-amal sholeh. Amal-amal sholeh merupakan karakter dari ketakwaan kepada Allah.
Sayyidina Lukman Al Hakim berwasiat kepada anaknya: “Wahai anakku, hati adalah umpama ladang yang luas. Tanamkanlah segala macam bibit tanaman yang berfaedah. Jika sebagiannya tidak mau tumbuh, maka sebagian yang lain pasti akan bisa tumbuh”.
Semoga Allah memberkahi kita semua dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini. Mari kita terus meningkatkan amal ibadah kita, karena Al- Qur’an dan ibadah puasa itu yang tidak bisa terpisahkan. Dan mari kita terus memperdalam pemahaman tentang Al-Qur’an dan berupaya mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Aamiin Ya Robbal’alaamiin.
