Faktaindonesianews.com, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat Thailand Selatan untuk menjadikan Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata pilihan saat berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, Bandung memiliki daya tarik yang lengkap, mulai dari sejarah, pendidikan, kebudayaan, hingga perkembangan industri kreatif dan kuliner.
Ajakan tersebut disampaikan Farhan saat menerima kunjungan kehormatan delegasi KRI Songkhla, Thailand, di Pendopo Kota Bandung, Minggu (18/10/2026). Pertemuan ini menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan potensi Kota Bandung sekaligus mempererat hubungan dengan Thailand.
Farhan menjelaskan, Bandung memiliki perjalanan sejarah panjang yang membentuk karakter kota modern dengan kekayaan budaya. Perkembangan tersebut menjadikan Bandung sebagai salah satu kota yang menarik untuk dikunjungi, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kota Bandung adalah kota kosmopolitan pertama di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1810, sehingga tidak ada sisa-sisa kolonialisme. Semuanya merupakan hasil modernisasi dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20,” ujar Farhan.
Menurutnya, perpaduan sejarah dan perkembangan perkotaan menjadi salah satu keunikan Bandung. Kota ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga memberikan gambaran mengenai perkembangan pendidikan, seni, budaya, dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Bandung Punya Sejarah Pendidikan yang Kuat
Farhan menilai, perkembangan Kota Bandung tidak dapat dipisahkan dari sejarah pendidikan tinggi dan pertumbuhan pemikiran intelektual di Indonesia. Bandung menjadi salah satu kota penting dalam perkembangan pendidikan, khususnya di bidang teknik.
Ia menyinggung keberadaan perguruan tinggi teknik yang berdiri di Bandung dan berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Tanah Air. Tradisi pendidikan tersebut turut memperkuat posisi Bandung sebagai kota pendidikan yang melahirkan banyak pemikir dan tenaga profesional.
Potensi ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan asing yang ingin mengenal Indonesia dari sisi sejarah, pendidikan, dan perkembangan masyarakatnya.
Selain mengunjungi destinasi wisata, wisatawan juga dapat menikmati suasana kota, mengenal bangunan bersejarah, serta merasakan kehidupan perkotaan yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Dengan kekayaan tersebut, Bandung memiliki peluang untuk mengembangkan wisata berbasis sejarah dan pengetahuan sebagai pelengkap wisata belanja maupun kuliner yang selama ini menjadi daya tarik kota.
Budaya, Musik, Fashion, dan Kuliner Jadi Daya Tarik Bandung
Tidak hanya mengandalkan sejarah dan pendidikan, Farhan juga menyoroti kekuatan Bandung dalam bidang kebudayaan dan industri kreatif. Kota ini berkembang menjadi ruang bagi berbagai aktivitas seni, musik, seni rupa, hingga industri fashion.
“Bandung adalah pusat semua kegiatan peradaban, mulai dari kebudayaan, musik, seni rupa, patung, dan juga tentu saja fashion dan kuliner,” katanya.
Keberagaman tersebut memberikan pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung. Wisatawan dapat menikmati pertunjukan seni dan musik, mengunjungi ruang kreatif, berburu produk fashion, hingga mencicipi beragam kuliner khas Bandung.
Sektor kuliner menjadi salah satu potensi yang dapat terus dikembangkan untuk menarik wisatawan mancanegara. Ragam pilihan makanan dan tempat bersantai memungkinkan wisatawan menikmati Bandung melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sementara itu, perkembangan industri kreatif membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan karya mereka kepada pengunjung dari luar negeri.
Farhan berharap kekayaan budaya dan kreativitas tersebut dapat menjadi bagian dari promosi pariwisata Bandung, terutama untuk memperluas daya tarik kota di pasar wisata internasional.
Potensi Olahraga Buka Peluang Wisata dan Kerja Sama
Selain budaya dan ekonomi kreatif, Farhan menyebut olahraga sebagai sektor lain yang berpotensi mendukung daya tarik Kota Bandung. Berbagai kegiatan olahraga, baik berskala nasional maupun internasional, menjadi bagian dari aktivitas kota.
Menurutnya, potensi olahraga dapat berjalan beriringan dengan sektor pariwisata. Penyelenggaraan kegiatan olahraga berpeluang mendatangkan pengunjung sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal, sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Kombinasi antara wisata budaya, pendidikan, kuliner, dan olahraga memberikan ruang bagi Bandung untuk menawarkan pengalaman yang lebih beragam kepada wisatawan.
Ke depan, pengembangan potensi tersebut membutuhkan promosi yang konsisten serta kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra dari luar negeri. Dengan demikian, daya tarik Bandung tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga semakin luas di kalangan wisatawan internasional.
Kunjungan Delegasi Thailand Diharapkan Perkuat Hubungan
Kunjungan kehormatan delegasi KRI Songkhla, Thailand, ke Pendopo Kota Bandung menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter dan potensi kota kepada perwakilan dari negara tetangga tersebut.






