Site icon Berita Fakta Indonesia

Gagal Bersinar di Kandang Sendiri, Qatar Tersingkir dari Piala Dunia U-17 2025

Gagal Bersinar di Kandang Sendiri, Qatar Tersingkir dari Piala Dunia U-17 2025

Jakarta, Faktaindonesianews.com – Harapan besar Qatar untuk mencetak sejarah di Piala Dunia U-17 2025 pupus sudah. Tampil sebagai tuan rumah, Qatar harus angkat koper lebih cepat setelah gagal lolos ke babak 32 besar, meski hanya menelan satu kekalahan dari tiga pertandingan fase grup.

Qatar tergabung di Grup E bersama tim-tim kuat seperti Italia, Bolivia, dan Afrika Selatan. Dari awal, grup ini sudah disebut sebagai “grup neraka” karena kualitas lawan yang dihadapi skuad muda Qatar cukup berat.

Pada laga pembuka, Qatar menantang Italia dalam duel ketat di Stadion Al Bayt. Sayangnya, harapan meraih poin perdana kandas setelah gol tunggal Samuele Inacio di menit ke-19 memastikan kemenangan 1-0 untuk Gli Azzurrini muda.

Memasuki laga kedua, Qatar sempat menunjukkan semangat juang tinggi saat menghadapi Afrika Selatan. Gol cepat Yazan Mohamed di menit ke-3 membuat publik tuan rumah bersorak. Namun keunggulan itu tak bertahan lama karena Emile Witbooi berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-16. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Laga terakhir kontra Bolivia menjadi partai hidup mati bagi Qatar. Skuad muda asuhan pelatih lokal itu wajib menang agar bisa bersaing di posisi dua besar atau minimal masuk daftar peringkat ketiga terbaik. Sayangnya, meski tampil dominan dan menciptakan beberapa peluang emas, Qatar hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Di saat bersamaan, Italia mengalahkan Afrika Selatan dengan skor 3-1, membuat posisi dua teratas di grup dikunci oleh Italia dan Afrika Selatan. Qatar yang hanya mengoleksi dua poin dari tiga laga harus puas berada di peringkat ketiga, namun tak cukup untuk melangkah ke babak berikutnya karena kalah bersaing di klasemen peringkat tiga terbaik.

Kegagalan ini jelas menjadi pukulan bagi Qatar yang tengah gencar membangun sepak bola usia muda usai sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2022. Meski begitu, performa disiplin dan semangat juang para pemain muda tetap mendapat apresiasi dari publik lokal.

Exit mobile version