BANDUNG, Faktaindonesianews – Semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) kembali menggelora di Kota Bandung. Dalam rangka memperingati 70 tahun KAA, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut 17 Duta Besar negara-negara Uni Afrika di Hotel Savoy Homan, Selasa (23/4/2025). Momen ini menjadi ajang untuk membangkitkan kembali Bandung Spirit, semangat solidaritas dan kemandirian yang menyatukan bangsa-bangsa Asia dan Afrika sejak 1955.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa semangat Bandung memiliki relevansi yang kuat dengan tantangan global saat ini, khususnya dalam hal ekonomi, sosial, dan budaya.
“Bandung pernah menjadi ibu kota Asia Afrika. Hari ini kita mengenang dan berharap ke depan semangat itu terus hidup,” ujar Herman seusai acara penyambutan.
Ia menambahkan, Bandung Spirit harus menjadi pemantik bagi bangsa-bangsa Asia Afrika untuk terus bergerak maju secara mandiri dan merdeka dalam konteks kekinian. Tak hanya itu, Herman juga berharap agar semangat tersebut dapat menjadi pendorong bagi Kota Bandung untuk terus berbenah demi meningkatkan kesejahteraan warga dan daya tarik kota sebagai destinasi wisata unggulan.
“Kita ingin wisatawan mancanegara dan domestik kembali berbondong-bondong ke Bandung, sebagaimana dulu Bandung dikenal dengan julukan Paris van Java. Itu harus bisa kita rasakan kembali saat ini,” tuturnya.
Namun, Herman tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi kota ini. Menurutnya, agar bisa bersaing dan menjadi destinasi kelas dunia, Bandung harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah seperti pengelolaan sampah, perbaikan sistem transportasi, dan optimalisasi tata kelola kota.
“Bandung Spirit harus menginspirasi Jawa Barat, menginspirasi Indonesia, dan lebih luas lagi bangsa-bangsa Asia Afrika,” pungkas Herman dengan optimistis.
Peringatan 70 tahun KAA bukan hanya seremoni nostalgia, tetapi menjadi panggilan untuk menghidupkan kembali semangat kolaborasi global yang lahir dari Kota Bandung. Dengan membenahi tantangan internal dan mengusung semangat solidaritas, Bandung diharapkan kembali menjadi pusat perhatian dunia, sebagaimana tujuh dekade silam.
