Hakim MK Arief Hidayat Berkelakar soal Kekalahan Ganjar–Mahfud di Pilpres 2024 Jelang Pensiun

Hakim MK Arief Hidayat Berkelakar soal Kekalahan Ganjar–Mahfud di Pilpres 2024 Jelang Pensiun

Jakarta, Faktaindonesianews.com — Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat melontarkan candaan yang menyita perhatian publik saat menghadiri acara peluncuran buku karyanya di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026). Dalam suasana santai jelang masa pensiunnya, Arief berkelakar tentang alasan kekalahan Ganjar Pranowo–Mahfud MD pada Pemilihan Presiden 2024.

Candaan itu disampaikan Arief saat menutup sambutannya sebelum turun dari panggung. Ia mengungkapkan kebiasaan pribadinya ketika tampil di hadapan publik.
“Kebiasaan saya kalau naik panggung dari sini (kanan), turunnya dari sana (kiri), supaya kariernya tidak mutar-mutar, jelas,” kata Arief, dikutip dari detik.com, yang langsung disambut tawa hadirin.

Bacaan Lainnya

Arief kemudian mengaitkan kebiasaan tersebut dengan hasil Pilpres 2024. Menurutnya, jika Mahfud MD mengikuti kebiasaan tersebut, hasil kontestasi politik nasional bisa berbeda.
“Pak Mahfud itu seandainya sering begitu, itu kemarin, Pak Ganjar bisa jadi presiden, dan (Mahfud) wakil presiden,” ucap Arief yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan peserta acara.

Tidak berhenti di situ, Arief kembali melanjutkan kelakarnya dengan menyebut pengalaman duduk bersebelahan dengan Mahfud MD.
“Pak Mahfud kesalahannya hanya satu, kalau naik panggung tidak berurutan, tidak boleh melewati jalan yang sama,” ujarnya. Arief bahkan menambahkan candaan filosofis soal jenjang karier hingga akhir hayat, yang kembali memancing tawa audiens.

Dalam kesempatan itu, Arief juga menyelipkan pesan kepada generasi muda. Ia menyarankan agar anak muda menjaga konsistensi langkah dalam membangun karier.
“Tolong yang muda-muda supaya kariernya baik terus, jalannya enggak boleh bolak-balik,” kata Arief.

Di tengah sambutannya, Arief sempat kembali menyinggung sosok Mahfud MD yang dikenal vokal dan terbuka. Ia mengaku tidak seberani Mahfud dalam mengungkapkan pandangan kritis.
“Kalau Pak Mahfud MD orang Madura berani sekali, saya orang Jawa Tengah, saya enggak berani seterbuka Pak Mahfud,” ujarnya.

Acara tersebut menjadi momen simbolik karena Arief Hidayat resmi pensiun sebagai hakim MK pada Selasa, 3 Februari 2026, bertepatan dengan usia ke-70 tahun. Ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 23 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2020 tentang MK, yang menyebut hakim konstitusi diberhentikan dengan hormat saat mencapai usia tersebut.

Pos terkait