Site icon Berita Fakta Indonesia

Herdiat Sunarya Bantah Tudingan Korupsi Miliaran Rupiah, Sebut Isu Digoreng untuk Kepentingan Politik

Faktaindonesianews.com, Ciamis – Momen peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 yang berlangsung khidmat di halaman Pendopo Bupati Ciamis, Kamis (11/6/2026), diwarnai pernyataan tegas dari Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. Di hadapan unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, dan tamu undangan, Herdiat secara terbuka menanggapi isu dugaan korupsi miliaran rupiah yang belakangan beredar dan dikaitkan dengan dirinya.

Dalam sambutannya, Herdiat menyayangkan munculnya tudingan tersebut dan menilai isu tersebut sengaja diangkat untuk kepentingan politik menjelang kontestasi Pilkada yang akan datang.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia memaparkan berbagai capaian dan prestasi yang berhasil diraih Kabupaten Ciamis selama satu tahun terakhir, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ciamis Raih Berbagai Penghargaan Bergengsi

Pada awal sambutannya, Herdiat mengungkapkan rasa syukur atas berbagai prestasi yang berhasil diraih Pemerintah Kabupaten Ciamis sepanjang periode Juni 2025 hingga Juni 2026.

Sejumlah penghargaan bergengsi berhasil dibawa pulang oleh Kabupaten Ciamis, mulai dari penghargaan Clean, Green and Safe Community atau Kota Hijau Terbersih se-Asia yang diterima di Langkawi, Malaysia, hingga penghargaan Kabupaten Terbersih Terbaik I Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Tak hanya itu, Kabupaten Ciamis juga memperoleh penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang menjadi salah satu indikator keberhasilan tata kelola pemerintahan yang baik.

Namun di tengah berbagai capaian tersebut, Herdiat mengaku prihatin karena masih muncul tudingan yang menurutnya tidak berdasar.

“Walaupun demikian, Kabupaten Ciamis ada dituduh korupsi miliaran rupiah. Dan itu dilakukan diduga oleh kandidat wakil calon bupati,” ujar Herdiat dalam sambutannya.

Temuan BPK Disebut Hanya Bersifat Administratif

Menanggapi isu yang berkembang, Herdiat menjelaskan bahwa informasi yang beredar diduga berasal dari temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Menurutnya, temuan tersebut bersifat administratif dan telah ditindaklanjuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa hampir seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan telah diselesaikan dalam jangka waktu yang ditentukan.

“Kepala SKPD semuanya sudah menyelesaikan tindak lanjutnya. Saat ini sudah hampir 99 persen selesai. Dalam catatan temuan BPK RI tidak ada sama sekali korupsi ataupun penyalahgunaan wewenang,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai hasil pemeriksaan lembaga negara tersebut.

Soroti Manuver Politik yang Dinilai Tidak Sehat

Herdiat juga mengkritik munculnya narasi yang menurutnya menyerang pribadi dan berpotensi membentuk opini negatif di tengah masyarakat.

Ia mengaku tidak memahami alasan di balik penyebaran isu tersebut, terutama ketika Kabupaten Ciamis sedang berupaya mempertahankan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih.

Dalam sambutannya, Herdiat bahkan menyinggung adanya figur yang dinilai terlalu ambisius dalam menghadapi dinamika politik menjelang Pilkada.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi berbagai tuduhan melalui jalur hukum apabila diperlukan.

“Secara hukum saya berani menghadapinya. Tetapi yang saya sesalkan adalah opini yang terbentuk di masyarakat seolah-olah saya melakukan hal yang tidak benar,” ungkapnya.

Apresiasi ASN di Tengah Keterbatasan Anggaran

Selain menanggapi isu politik yang berkembang, Herdiat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pimpinan perangkat daerah yang tetap bekerja maksimal meskipun menghadapi keterbatasan fiskal.

Ia mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ciamis saat ini termasuk yang terendah di Jawa Barat, dengan nilai sekitar Rp314 miliar. Angka tersebut menempatkan Ciamis sebagai daerah dengan PAD terkecil kedua di antara 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Meski demikian, berbagai program pembangunan tetap dapat berjalan berkat kuatnya budaya gotong royong dan swadaya masyarakat yang telah menjadi ciri khas warga Tatar Galuh.

Menurut Herdiat, kontribusi masyarakat dalam pembangunan jalan, gorong-gorong, jembatan, serta infrastruktur lainnya memiliki nilai yang sangat besar meskipun tidak tercatat secara resmi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Lebih dari separuh nilai pembangunan di Kabupaten Ciamis berasal dari swadaya dan gotong royong masyarakat. Nilainya bahkan lebih besar dari setengah APBD kita,” ujarnya.

Ajak Masyarakat Fokus pada Pembangunan Daerah

Menjelang akhir sambutannya, Herdiat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam kegaduhan politik yang dapat mengganggu proses pembangunan daerah.

Ia berharap seluruh pihak dapat kembali bersatu dan mengedepankan kepentingan masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan warga Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, tantangan pembangunan yang dihadapi daerah saat ini membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga para pemangku kepentingan lainnya.

Exit mobile version