“Untuk menyelesaikan persoalan kecelakaan bersepeda motor, saya sepakat ABS adalah solusi untuk saat ini atau jangka pendek,” ujar Sofwan.
Namun, peningkatan keselamatan lalu lintas pada akhirnya tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraan. Faktor perilaku pengendara, kondisi jalan, penegakan aturan, hingga sistem transportasi juga tetap memiliki peran penting.
Hasil Kajian Diserahkan kepada Kementerian Perhubungan
Hasil penelitian dan rekomendasi kebijakan mengenai penerapan teknologi pengereman tersebut kemudian disampaikan Pijar Foundation bersama ITB kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan keselamatan jalan di Indonesia.
Penerapan ABS juga perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kesiapan industri, harga kendaraan, karakteristik kendaraan, serta kemampuan masyarakat untuk mendapatkan sepeda motor dengan teknologi keselamatan yang lebih baik.






