Bandung, Faktaindonesianews.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat tata kelola, meningkatkan performa institusi, dan menyelaraskan strategi penegakan hukum di wilayah Jabar. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kejati Jabar Dr. Hermon Dekristo, S.H., M.H., di Ballroom Hotel Pullman Bandung, Rabu (10/12/2025).
Rakerda tersebut dihadiri Wakajati Jabar Dr. Taufan Zakaria, para Asisten, Kabag TU, Kajari, hingga para Kasi Kejari se-Jawa Barat. Hadir pula narasumber Ismadi S. Bekti, S.H., M.Hum, Dekan Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, yang memberikan perspektif akademik terkait arah kebijakan penegakan hukum.
Rakerda ini merupakan tindak lanjut dari surat Jaksa Agung RI Nomor B-191/A/CR.2/11/2025, yang mengamanatkan penyusunan proyeksi kebutuhan riil anggaran 2027 serta evaluasi capaian kinerja semester I–III tahun 2025. Agenda tahunan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus koreksi bersama bagi seluruh satuan kerja kejaksaan di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Hermon memaparkan perkembangan pelaksanaan anggaran, tingkat serapan, serta realisasi program prioritas. Ia menegaskan bahwa ketercapaian kinerja di Jawa Barat akan menjadi dasar penyusunan strategi kerja pada tahun mendatang.
Beberapa poin penting yang disoroti Kajati meliputi serapan anggaran se-Jawa Barat, realisasi anggaran tiap bidang, progres kinerja kejaksaan, serta pelaksanaan program nasional seperti Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Menyapa yang dinilai semakin efektif meningkatkan literasi hukum masyarakat. Kajati juga menyoroti pembahasan pagu anggaran 2025 sebagai langkah penting dalam memastikan efektivitas penggunaan anggaran negara.
Hermon meminta seluruh peserta Rakerda untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap hambatan yang muncul selama tahun berjalan. Menurutnya, refleksi dan identifikasi masalah menjadi kunci untuk memetakan strategi baru yang lebih adaptif, efisien, dan berdampak langsung pada peningkatan layanan hukum.
Rakerda 2025 disebut menjadi momentum krusial untuk menyatukan pemahaman, memperkuat koordinasi, dan merumuskan langkah konkret demi keberhasilan tugas kejaksaan di Jawa Barat. Hermon berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut bisa segera ditindaklanjuti secara terukur dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Kejati Jabar juga memberikan penghargaan kepada satuan kerja terbaik yang menunjukkan kinerja unggul selama satu tahun terakhir.
Tiga Kejaksaan Negeri terbaik adalah Kejari Sumedang sebagai peringkat pertama, disusul Kejari Cimahi dan Kejari Kabupaten Bogor.
