Faktaindonesianews.com, Bandung – Upaya mempercantik wajah Kota Bandung terus dilakukan secara kolaboratif. Salah satunya melalui kegiatan kerja bakti “Kamis Bersih” yang digelar oleh Koramil 1812/Bandung Wetan bersama berbagai unsur masyarakat, Kamis (7/5/2026), di kawasan bawah flyover Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan.
Kegiatan ini difokuskan pada pengecatan ulang fasilitas umum yang sebelumnya terdampak aksi vandalisme pasca peringatan Hari Buruh atau May Day. Aksi tersebut meninggalkan coretan dan kerusakan di sejumlah titik, termasuk area sekitar Taman Jomblo dan Taman Skateboard.
Ratusan Personel Terlibat
Kegiatan kerja bakti dipimpin langsung oleh Danramil 1812/Bandung Wetan, Dedi Rusyana, dengan melibatkan sekitar 300 personel. Mereka terdiri dari unsur TNI, aparat kecamatan, Linmas, petugas Gober, hingga masyarakat sekitar.
Apel pengecekan personel digelar sebelum kegiatan dimulai. Dalam arahannya, Dedi Rusyana mengajak seluruh peserta untuk bekerja dengan penuh semangat dan keikhlasan demi menciptakan lingkungan kota yang bersih dan nyaman.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menghapus dampak vandalisme yang merusak fasilitas umum, sekaligus menjaga citra Kota Bandung sebagai kota yang bersih,” ujarnya.
Kolaborasi TNI dan Pemerintah Daerah
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah pusat, termasuk inisiatif Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor terlihat kuat dalam kegiatan ini. Hadir pula perwakilan dari Kodim 0618/Kota Bandung, aparat kepolisian, hingga jajaran pemerintah kecamatan dari Bandung Wetan dan Coblong.
Perwakilan Kecamatan Bandung Wetan, Rizal Hilman, menyebut kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan TNI dan bagian dari sinergi Forkopimda bersama pemerintah kota.
“Ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi upaya menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif dengan menghilangkan simbol-simbol yang berpotensi memicu konflik,” jelasnya.
Fokus di Kawasan Strategis
Pengecatan dilakukan di delapan titik ruas jalan dengan total panjang mencapai lebih dari tiga kilometer, terutama di kawasan flyover Pasupati yang dikenal sebagai salah satu titik berkumpulnya massa dalam berbagai kegiatan.
Menurut pihak kelurahan, kawasan Tamansari memang kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat, baik untuk aksi unjuk rasa maupun kegiatan lainnya. Karena itu, penataan lingkungan menjadi prioritas untuk menjaga ketertiban dan estetika kota.
Lurah Tamansari, Asep Ahmad Arifin, menegaskan bahwa penghapusan vandalisme tidak hanya dilakukan sekali, tetapi menjadi agenda berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kami ingin menciptakan suasana lingkungan yang lebih indah dan nyaman. Ini hasil kolaborasi TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.
Imbauan Jaga Ketertiban
Selain aksi fisik di lapangan, aparat kewilayahan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi dalam menyampaikan aspirasi.
Kasi Trantib Kecamatan Bandung Wetan, Sumaryanto, menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tetap dilindungi, namun harus dilakukan secara damai tanpa merusak fasilitas umum.
“Fasilitas kota ini dibangun dari uang rakyat. Jadi mari kita jaga bersama,” katanya.
(Purwadhi).
