Faktaindonesianews.com, Bandung – Seorang mahasiswi Telkom University, Nadira Az-Zahra, dilaporkan hilang setelah berpamitan berangkat kuliah dari kediamannya di kawasan Ciwastra, Kota Bandung. Hingga Jumat (3/7/2026), Nadira belum kembali ke rumah dan keberadaannya masih belum diketahui.
Keluarga berharap masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Nadira dapat segera membantu proses pencarian dengan melaporkannya kepada pihak keluarga maupun aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nadira terakhir terlihat meninggalkan rumah pada Selasa (30/6/2026) untuk mengikuti kegiatan perkuliahan seperti biasa. Namun setelah berangkat, komunikasi dengan keluarga tiba-tiba terputus.
Pihak keluarga menyebut telepon genggam yang dibawa Nadira masih aktif saat ia berangkat dari rumah. Akan tetapi, sekitar pukul 12.30 WIB di hari yang sama, akun WhatsApp miliknya mendadak tidak lagi aktif sehingga keluarga kehilangan kontak.
Sejak saat itu, berbagai upaya untuk menghubungi maupun mengetahui keberadaan Nadira belum membuahkan hasil.
Pihak Kampus Benarkan Laporan Kehilangan
Perwakilan Humas Telkom University, Adnan, membenarkan adanya laporan mengenai hilangnya salah satu mahasiswi tersebut.
Menurutnya, pihak kampus telah menerima informasi dari keluarga dan tengah menyiapkan surat edaran sebagai bagian dari upaya penyebaran informasi agar pencarian dapat dilakukan lebih luas.
“Saat ini kami sedang membuat surat edaran terkait kehilangan tersebut,” ujar Adnan.
Kampus juga terus berkoordinasi dengan keluarga guna memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian.
Mahasiswi Angkatan 2025 Fakultas Ilmu Terapan
Nadira diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Terapan (FIT) Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) angkatan 2025.
Ia tercatat berdomisili di kawasan Jingga Residence, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.
Saat terakhir meninggalkan rumah, Nadira mengenakan kemeja putih berlengan panjang, celana jins hitam, kerudung berwarna krem, serta membawa tas ransel kuliah berwarna krem.
Di dalam tas tersebut terdapat sejumlah perlengkapan kuliah, termasuk laptop dan tablet, yang biasa digunakan untuk aktivitas akademik.
Informasi mengenai ciri-ciri pakaian dan barang bawaan tersebut kini turut disebarkan untuk mempermudah proses pencarian apabila ada masyarakat yang melihat keberadaannya.
Polisi Mulai Lakukan Penelusuran
Kapolsek Rancasari, Kompol Herman Junaidi, mengaku baru menerima informasi mengenai laporan hilangnya Nadira.
Meski demikian, pihak kepolisian langsung merespons dengan memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan awal terkait laporan tersebut.
“Segera ditindaklanjuti informasinya,” ujar Herman.
Polisi diperkirakan akan melakukan pendalaman dengan mengumpulkan informasi dari keluarga, lingkungan kampus, hingga menelusuri aktivitas terakhir Nadira sebelum dinyatakan hilang.
Selain itu, aparat juga berpotensi memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur perjalanan Nadira menuju kampus.
Keluarga Harap Ada Informasi dari Masyarakat
Hingga kini keluarga masih berharap Nadira dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka mengimbau masyarakat yang merasa melihat atau mengetahui keberadaan Nadira agar segera menyampaikan informasi kepada pihak keluarga atau kepolisian terdekat.
Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting untuk mempercepat proses pencarian, terutama apabila ada saksi yang sempat melihat Nadira setelah meninggalkan rumah pada hari keberangkatannya.
