Site icon Berita Fakta Indonesia

Misteri Sawah Luluih di Sumatera Barat, Ini Penjelasan Ahli

Misteri Sawah Luluih di Sumatera Barat, Ini Penjelasan Ahli

Jakarta, Faktaindonesianews.com – Fenomena sinkhole atau tanah berlubang secara tiba-tiba kembali menjadi perhatian publik setelah munculnya lubang besar di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Menurut Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, kejadian tersebut bukanlah peristiwa baru dan kerap terjadi di wilayah dengan karakteristik batuan kapur.

Ade Edward menjelaskan bahwa sinkhole memang sering muncul di daerah perbukitan kapur. “Fenomena sinkhole ini sebenarnya sering terjadi, terutama di daerah bukit kapur,” ujar Ade, Minggu (4/1). Ia menegaskan bahwa secara geologis, kawasan Nagari Situjuah Batua memiliki potensi besar mengalami kejadian serupa.

Menurut Ade, wilayah tersebut sebenarnya merupakan kawasan batu kapur, namun lapisan kapur itu tertutup oleh material erupsi Gunung Sago sejak lama. Penutup alami tersebut membuat struktur batu kapur tidak terlihat jelas di permukaan. Karena tanahnya subur, area ini kemudian dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan pertanian, terutama sawah.

Secara ilmiah, batuan kapur memiliki sifat mudah larut oleh air, terutama air hujan. Proses pelarutan ini berlangsung perlahan di bawah permukaan tanah dan membentuk retakan-retakan alami. Dalam jangka waktu tertentu, retakan tersebut akan membesar dan menciptakan rongga. Ketika lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menopang, tanah pun ambruk secara mendadak, membentuk lubang besar yang dikenal sebagai sinkhole.

Ade menambahkan bahwa kejadian serupa tidak hanya terjadi di Situjuah Batua. Kasus sinkhole juga pernah muncul di daerah Kamang, Kabupaten Agam, yang sama-sama berada di kawasan batuan kapur. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut merupakan karakter alami wilayah karst di Sumatera Barat.

Biasanya, di lokasi terjadinya sinkhole terdapat sungai bawah tanah. Kondisi ini menjadi sangat berbahaya apabila lubang muncul di area pemukiman atau dekat dengan rumah warga. Risiko kecelakaan, baik bagi manusia maupun hewan, sangat tinggi jika lubang tidak segera ditangani.

Ade menduga, sinkhole di Nagari Situjuah Batua bisa dipicu oleh penyumbatan aliran bawah tanah yang menyebabkan tekanan meningkat, disertai retakan pada lapisan tanah. Akibatnya, permukaan tanah tidak lagi stabil dan akhirnya runtuh secara tiba-tiba.

Untuk mencegah risiko lanjutan, Ade menyarankan pemerintah daerah dan masyarakat segera melakukan penanganan darurat. Langkah yang bisa dilakukan antara lain menutup atau menimbun lubang menggunakan tanah, pasir, dan batu, kemudian dilanjutkan dengan pengecoran agar struktur tanah kembali stabil.

Menariknya, fenomena ini sudah lama dikenal oleh warga setempat. “Ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat lokal menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih,” ungkap Ade. Istilah lokal tersebut menandakan bahwa kejadian tanah ambruk di area persawahan telah menjadi pengetahuan turun-temurun.

Exit mobile version