Panen Padi Metode Tabela di Sumedang, Dony Ahmad Munir Dorong Efisiensi dan Antisipasi El Nino

Panen Padi Metode Tabela di Sumedang, Dony Ahmad Munir Dorong Efisiensi dan Antisipasi El Nino

Faktaindonesianews.com, Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus berinovasi dalam sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Salah satunya melalui penerapan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) yang kini mulai diuji coba di kawasan persawahan Panyindangan Girang, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Sumedang, Senin (6/4/2026).

Kegiatan panen padi ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia sebagai bagian dari strategi peningkatan hasil pertanian sekaligus pengenalan teknologi budidaya yang lebih efisien kepada petani.

Bacaan Lainnya

Metode Tabela sendiri dikenal sebagai teknik tanam padi dengan cara menebar benih langsung ke lahan, tanpa melalui proses persemaian seperti metode konvensional. Sistem ini dinilai lebih praktis, hemat waktu, dan mampu menekan biaya produksi, terutama dalam hal tenaga kerja dan penggunaan pestisida.

Menurut Dony, penerapan metode ini membawa perubahan signifikan dalam pola budidaya padi. Ia menegaskan bahwa inovasi tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan hasil panen sekaligus efisiensi kerja petani.

“Dengan metode ini, ada perubahan dalam tata cara tanam, termasuk dalam penggunaan pestisida. Ini menjadi langkah maju dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Saat ini, Pemkab Sumedang tengah melakukan uji coba melalui lahan percontohan (demplot) seluas 170 bata. Hasil dari metode Tabela tersebut nantinya akan dibandingkan dengan metode tanam tradisional guna melihat perbedaan produktivitas secara nyata.

“Jika hasilnya terbukti lebih baik, maka metode ini akan kita jadikan percontohan dan diterapkan lebih luas di seluruh wilayah Sumedang,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada inovasi teknik tanam, Pemkab Sumedang juga mengingatkan petani untuk bersiap menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya fenomena El Nino yang diprediksi akan membawa musim kemarau lebih panjang dan kering.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kondisi cuaca tahun ini berpotensi mengalami penurunan curah hujan yang signifikan. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas sektor guna meminimalisir dampak terhadap sektor pertanian.

Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, di antaranya memastikan fungsi embung sebagai cadangan air tetap optimal, mempercepat perbaikan jaringan irigasi, serta memastikan seluruh pintu air dalam kondisi baik. Selain itu, kesiapan pompa air dan ketersediaan bahan bakar juga menjadi perhatian utama.

“Kita ingin memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan kemarau panjang. Semua fasilitas pendukung harus siap digunakan kapan saja,” tegas Dony.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab Sumedang dalam menjaga ketahanan pangan daerah, sekaligus melindungi petani dari risiko gagal panen akibat kondisi cuaca ekstrem.

Pos terkait