Faktaindonesianews.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi menunjukkan kepeduliannya terhadap korban kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek dengan menyiapkan bantuan tidak hanya dalam bentuk santunan, tetapi juga beasiswa pendidikan bagi keluarga korban yang meninggal dunia.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, usai menerima kunjungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri di Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (6/5/2026).
Santunan Awal untuk Keluarga Korban
Sebagai langkah awal, Pemkab Bekasi telah menyalurkan santunan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing 10 keluarga korban meninggal dunia yang merupakan warga ber-KTP Kabupaten Bekasi. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial pemerintah terhadap warganya yang terdampak musibah.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami. Pemerintah tidak boleh tinggal diam dalam situasi seperti ini,” ujar Asep.
Beasiswa Jadi Solusi Jangka Panjang
Tidak berhenti pada bantuan finansial jangka pendek, Pemkab Bekasi juga menyiapkan program lanjutan berupa beasiswa pendidikan. Program ini ditujukan khusus bagi keluarga korban, terutama jika korban yang meninggal merupakan tulang punggung keluarga.
Asep menegaskan, kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarga korban, terutama dalam aspek pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.
“Kalau korban adalah tulang punggung keluarga, kami akan hadir memberikan beasiswa untuk memastikan masa depan keluarganya tetap terjamin,” jelasnya.
Negara Hadir Lewat Layanan Administrasi
Dalam kesempatan yang sama, Asep juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri yang langsung turun tangan membantu proses administrasi kependudukan korban.
Pelayanan tersebut mencakup penerbitan dokumen penting seperti akta kematian, yang sangat dibutuhkan keluarga untuk berbagai keperluan administratif.
“Kehadiran negara terasa nyata. Proses administrasi seperti akta kematian bisa segera diselesaikan,” katanya.
Harapan untuk Keluarga Korban
Pemkab Bekasi berharap seluruh bantuan yang telah dan akan diberikan dapat meringankan beban keluarga korban di tengah duka mendalam. Selain itu, program beasiswa diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar anak-anak korban tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan layak.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga memikirkan keberlanjutan kesejahteraan masyarakatnya.






