BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah serius dalam upaya pencegahan kebakaran di kawasan padat penduduk. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendorong agar setiap wilayah dengan gang sempit dan bangunan rapat memiliki alat pemadam sederhana berupa sprinkler sebagai langkah antisipasi dini.
Langkah ini disampaikan Farhan saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir, pada Selasa (21/10/2025). “Banyak wilayah di Kota Bandung yang sangat padat dan gangnya sempit. Kalau terjadi kebakaran, mobil damkar sulit masuk. Karena itu, sprinkler di tiap RW padat harus jadi prioritas,” ujar Farhan.
Menurutnya, pemasangan sprinkler tidak memerlukan biaya besar, tetapi memiliki dampak besar dalam menekan risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. “Sprinkler ini sederhana tapi efektif. Air bisa langsung disemprotkan di titik api sebelum membesar. Ini bisa menyelamatkan waktu, dan kadang juga menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Farhan juga meminta para pengurus RW dan kelurahan untuk berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPMKP) agar pelatihan penggunaan sprinkler dapat dilakukan secara rutin.
“Kalau bisa, setiap RW punya satu titik sprinkler aktif dan warganya tahu cara pakainya. Nanti Diskar PB bisa bantu pelatihan teknisnya,” ucapnya.
Selain membahas kesiapsiagaan bencana kebakaran, Farhan turut menyoroti persoalan lain di kawasan padat, seperti ketersediaan air bersih, keamanan lingkungan, dan pengelolaan sampah. Ia juga memperingatkan warga agar lebih waspada terhadap peredaran obat keras seperti tramadol yang bisa memicu gangguan ketertiban.
Farhan menambahkan, pemilik rumah kos diminta untuk memasang CCTV demi mencegah tindak kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor.
“Keamanan dan kebersihan lingkungan harus jalan beriringan. Kalau RW-nya kompak, semua masalah bisa diselesaikan bareng-bareng,” kata Farhan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga. Pengurangan sampah yang dikirim ke TPA, menurutnya, menjadi tantangan bersama karena volume sampah di Kota Bandung masih tinggi.
“Kalau tiap RW punya petugas pemilah dan tempat pengolahan sendiri, beban TPA bisa berkurang banyak,” jelasnya.
Kegiatan Siskamling Siaga Bencana menjadi wadah Pemkot Bandung untuk memantau langsung kesiapan warga menghadapi potensi bencana di tingkat RW. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.
“Kita ingin RW padat bukan hanya siap dalam keamanan lingkungan, tapi juga dalam mitigasi bencana. Sprinkler ini contohnya, adalah langkah kecil tapi sangat penting,” tutur Farhan.
Sebagai penutup, Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung akan terus memperkuat ketahanan lingkungan berbasis komunitas. Melalui sinergi pemerintah dan warga, ia berharap setiap wilayah di Bandung menjadi lingkungan yang aman, bersih, dan tangguh menghadapi bencana.
