Pemkot Bandung Genjot Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah, Targetkan Empat Insinerator Baru Beroperasi Awal 2026

Pemkot Bandung Genjot Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah, Targetkan Empat Insinerator Baru Beroperasi Awal 2026

Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus bekerja keras menangani persoalan sampah yang hingga kini menjadi tantangan utama perkotaan. Sejak adanya pembatasan kuota pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada Oktober 2025, Pemkot hanya bisa mengangkut sekitar 900 ton sampah per hari, jauh di bawah volume ideal yang dihasilkan warga Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa dengan keterbatasan kuota tersebut, Pemkot harus memastikan tidak ada hambatan dalam proses pengangkutan agar tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tidak semakin menumpuk. “Kita pastikan jangan sampai dari sisa kuota 900 ton ini ada yang terhambat. Kalau sampai terhambat, antrean sampah di TPS bisa makin panjang,” ujar Farhan di sela kegiatan di Hotel Horison, Rabu (12/11/2025).

Bacaan Lainnya

Farhan menjelaskan, masih ada sejumlah wilayah di Bandung yang belum memiliki fasilitas pengolahan sampah yang memadai, sehingga terjadi antrean lebih lama di beberapa titik TPS. “Beberapa wilayah memang masih menumpuk karena fasilitas pengolahan belum terbangun. Makanya kita perlu pengelolaan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Bandung kini mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah baru, baik yang berbasis pengelolaan organik maupun teknologi termal (insinerator). Langkah ini juga menjadi bagian dari status darurat sampah nasional yang ditetapkan pemerintah pusat. “Kita sedang akselerasi setiap hari supaya penanganan ini betul-betul cepat dan patuh terhadap aturan lingkungan. Alhamdulillah, selama dua hari kemarin saya rapat dengan Kementerian Lingkungan Hidup, karena Bandung termasuk dalam skema darurat sampah nasional,” ungkap Farhan.

Selain pembangunan fasilitas baru, Pemkot Bandung juga tengah merevitalisasi TPS Babakan Siliwangi dengan menerapkan teknologi penghilang bau. “TPS Babakan Siliwangi sedang kita rapikan lagi. Kita juga sedang coba teknologi baru untuk mengurangi bau sampah yang menumpuk. Mudah-mudahan hasilnya bagus,” tambahnya.

Farhan menuturkan bahwa pengangkutan sampah sebanyak 941 ton per hari harus berjalan tanpa hambatan. Ia mengingatkan, jika pengangkutan terhenti sehari saja, dampaknya bisa langsung terasa di berbagai TPS. “Sekarang kondisinya sudah mepet sekali. Biasanya Sabtu malam TPS sudah kosong, tapi sekarang Sabtu malam masih penuh. Itu sebabnya terjadi penumpukan dua sampai tiga hari sebelum diangkut lagi,” jelasnya.

Ke depan, Farhan menargetkan dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, empat insinerator baru bisa segera beroperasi untuk mengurangi beban TPA dan mempercepat penanganan sampah di kota. “Paling cepat dua sampai tiga bulan lagi kita bisa operasikan empat insinerator baru. Tapi memang prosesnya tidak mudah karena harus lolos sertifikasi dari kementerian. Kita juga sudah siapkan lewat APBD Perubahan,” tandasnya.

Dengan langkah percepatan, kolaborasi masyarakat, dan dukungan pemerintah pusat, Pemkot Bandung optimistis persoalan sampah dapat segera tertangani. Harapannya, Bandung dapat menjadi kota bersih dan berkelanjutan, di mana sistem pengelolaan sampahnya berjalan efisien, ramah lingkungan, dan tidak menimbulkan dampak sosial maupun ekologis bagi warganya.

Pos terkait