Faktaindonesianews.com, Bandung – Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat menindaklanjuti dugaan praktik korupsi dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di salah satu sekolah dasar negeri. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya menjaga integritas aparatur sipil negara (ASN) dalam setiap lini pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan.
Hal tersebut disampaikan dalam Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 18 Mei 2026. Sambutan Wali Kota dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, di hadapan para ASN.
Farhan mengungkapkan keprihatinannya terhadap adanya dugaan penyimpangan dalam proses SPMB. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya mencoreng dunia pendidikan, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Saya memberikan perhatian serius terhadap adanya dugaan korupsi dalam proses tes SPMB di salah satu sekolah dasar negeri. Saya minta Dinas Pendidikan dan Inspektorat bergerak cepat melakukan investigasi dan pengawasan secara menyeluruh,” ujar Asep saat membacakan sambutan Wali Kota.
Farhan menegaskan, pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang tidak boleh dikotori oleh praktik-praktik tidak jujur. Karena itu, seluruh proses penerimaan peserta didik harus berjalan secara transparan, adil, dan akuntabel.
“Saya ingin menegaskan bahwa pendidikan adalah hak masyarakat dan tidak boleh dicederai oleh praktik-praktik yang merusak kepercayaan publik,” tegasnya.
Ia juga memastikan, Pemkot Bandung akan terus hadir sebagai institusi yang memberikan pelayanan publik secara bersih dan berintegritas. Menurutnya, profesionalisme ASN menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pemkot Bandung harus hadir dengan pelayanan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Demikian pula terhadap perilaku aparatur yang tidak menunjukkan profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” lanjutnya.
Lebih jauh, Farhan mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga etika, disiplin, serta fokus terhadap tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Ia menilai, sikap dan perilaku aparatur sangat menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“ASN Kota Bandung harus menjaga etika, disiplin, dan fokus terhadap tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
