Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mempersiapkan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan untuk mengisi kekosongan di berbagai posisi strategis, mulai dari kepala dinas hingga lurah.
Proses tersebut kini digodok oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) agar sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa saat ini BKPSDM tengah bekerja keras untuk menyusun data dan jadwal pelaksanaan. “Sedang masa proses, Pak Adi (Kepala BKPSDM Kota Bandung) sekarang ini lagi kerja keras. Jadi nanti akan ada beberapa gelombang,” ujar Farhan, Minggu (8/6/2025).
Pada gelombang pertama, rotasi dan mutasi akan dilakukan di 15 organisasi perangkat daerah (OPD). Gelombang kedua mencakup 5 hingga 6 OPD, sebelum dilanjutkan ke level kewilayahan, seperti lurah dan camat.
“Gelombang kedua ada 5 atau 6, saya lupa, selanjutnya kewilayahan. Sedangkan untuk jabatan dari kabid sampai staf itu sudah rutin terjadi,” kata Farhan.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses akan menggunakan sistem meritokrasi, yakni manajemen berbasis kompetensi, kinerja, dan kualifikasi. “Iya meritokrasi semuanya. Alhamdulillah karena skor meritokrasi kita sudah sangat tinggi,” jelasnya.
Kekosongan jabatan di berbagai OPD, terutama kepala dinas dan kepala bidang, kini masih diisi oleh pejabat Pelaksana Tugas (Plt). Farhan pun tak menutup kemungkinan bahwa penunjukan Plt akan tetap dilakukan untuk mengisi posisi sementara selama proses administrasi berlangsung.
“Selalu ada Plt, karena kadang-kadang Kadis A dimutasi ke Kadis B, lalu Kadis B-nya pensiun. Nah, untuk mengisi pengganti Kadis A itu butuh waktu, prosesnya lama. Jadi sementara diisi oleh Plt,” ujarnya.
Rotasi dan mutasi besar-besaran di tubuh ASN Pemkot Bandung menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas birokrasi. Dengan pendekatan berbasis meritokrasi, Pemkot berharap bisa menempatkan aparatur terbaik di posisi yang tepat.
Perubahan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bandung.
