Faktaindonesianews.com, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat strategi peningkatan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Setelah mencatat realisasi investasi mencapai sekitar Rp11 triliun pada tahun 2025, Pemkot kini menawarkan sejumlah proyek strategis yang dinilai memiliki potensi besar untuk menarik minat investor.
Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU), pengembangan angkutan kota listrik, pembangunan hunian vertikal, revitalisasi kawasan olahraga, hingga pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan investasi yang masuk ke Kota Bandung tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi semata, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau realisasi investasi tahun 2025 sudah mencapai sekitar Rp11 triliun. Sekarang kita sedang mengejar berbagai investasi baru yang berkaitan dengan pelayanan publik dan pembangunan Kota Bandung,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).
Pembangunan 850 Titik PJU Baru
Salah satu proyek yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan sekitar 850 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) baru melalui skema kerja sama investasi dengan pihak swasta.
Farhan menjelaskan, pembangunan tersebut tidak sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemkot Bandung menerapkan skema buy the service, di mana investor membangun dan memasang fasilitas terlebih dahulu, kemudian pemerintah membayar layanan yang telah beroperasi.
Menurutnya, model pembiayaan tersebut memungkinkan pembangunan infrastruktur berjalan lebih cepat tanpa harus menunggu ketersediaan anggaran daerah.
“Investor melakukan pengadaan dan memasang fasilitasnya terlebih dahulu. Setelah beroperasi, pemerintah membayar layanan tersebut. Jadi ini bukan investasi yang seluruhnya menggunakan APBD,” jelasnya.
Angkot Listrik Jadi Proyek Unggulan
Selain sektor infrastruktur, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian besar pada transformasi transportasi publik melalui pengembangan angkutan kota berbasis listrik.
Farhan menilai proyek angkot listrik menjadi salah satu peluang investasi paling menarik karena berpotensi mengubah wajah transportasi umum di Kota Bandung menjadi lebih modern, nyaman, dan ramah lingkungan.
“Hal yang paling menarik sekarang adalah angkot listrik. Kita ingin masyarakat kembali tertarik menggunakan angkutan umum. Karena itu tampilannya juga harus bagus, nyaman, modern, dan ramah lingkungan,” katanya.
Menurut Farhan, pengembangan angkot listrik dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan investor swasta.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kembali minat masyarakat terhadap transportasi publik yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan pengguna.
Hunian Vertikal Jadi Solusi Keterbatasan Lahan
Di sektor perumahan, Pemkot Bandung juga terus mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai solusi atas keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang didorong oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KPKP). Dalam skemanya, pemerintah menyediakan lahan, sementara pembangunan dilakukan oleh investor swasta.
“Konsepnya sederhana. Lahannya dari pemerintah atau BUMN, pembangunannya dilakukan swasta, kemudian hasilnya dipasarkan kepada masyarakat. Jadi semua pihak mendapatkan manfaat,” ungkap Farhan.
Sejumlah lahan potensial milik pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk aset PT Kereta Api Indonesia (KAI), tengah dipersiapkan untuk mendukung program tersebut.
Revitalisasi Kawasan Olahraga dan Sport Tourism
Pemkot Bandung juga membuka peluang investasi di sektor olahraga melalui revitalisasi berbagai fasilitas yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi.
Selain Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang telah memiliki pengelola, pemerintah sedang menyiapkan konsep pengembangan kawasan olahraga lainnya seperti Bandung Arena, lapangan hoki, hingga kawasan Lodaya.
Farhan menyebut pengembangan fasilitas olahraga tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas sarana bagi atlet dan masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor sport tourism yang berpotensi menjadi sumber ekonomi baru.
“Konsep investasi kawasan olahraga sedang kita siapkan. Ada beberapa lokasi yang bisa dikembangkan bersama investor,” katanya.
Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik
Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Kota Bandung juga membuka peluang investasi baru, khususnya pada pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Farhan mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua izin pembangunan SPBU swasta yang sedang diproses, dengan syarat wajib menyediakan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.
Menurutnya, keberadaan SPKLU menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi transportasi ramah lingkungan sekaligus memperkuat kesiapan Kota Bandung menghadapi perkembangan teknologi otomotif masa depan.
Penataan Reklame untuk Tingkatkan Nilai Investasi
Selain proyek fisik, Pemkot Bandung juga melakukan penataan media reklame guna menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan tertata.
Farhan menjelaskan, pengurangan dan penataan titik reklame dilakukan agar nilai ekonominya meningkat dan tidak menimbulkan kesemrawutan visual di ruang publik.
“Kalau titiknya terlalu banyak, nilai investasinya justru turun. Maka sekarang kita tata supaya lebih tertib dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik,” ujarnya.
