Faktaindonesianews.com – Warga Desa Tritunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan digegerkan dengan penemuan jenazah seorang anak perempuan tanpa identitas pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026. Penemuan mayat yang terbungkus kain putih tersebut sontak membuat suasana sekitar lokasi menjadi heboh, terlebih setelah polisi menemukan sepucuk surat wasiat yang diduga ditulis oleh orang tua korban.
Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui oleh warga yang hendak menunaikan salat subuh. Saat melintas di sekitar lokasi, warga menemukan bungkusan mencurigakan di pinggir area permukiman. Setelah didekati, warga terkejut mendapati tubuh seorang anak perempuan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Petugas kepolisian dari Polsek Katibung yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.
Kapolsek Katibung, Iptu Dita Hidayatullah mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan berusia sekitar 11 tahun. Kondisi tubuh korban disebut sangat kurus dan ditemukan luka di bagian pinggang belakang yang telah mengalami pembusukan serta keropeng.
Menurut keterangan polisi, luka tersebut diduga muncul akibat korban terlalu lama berbaring di tempat tidur karena sakit yang dideritanya. Dari hasil pemeriksaan medis sementara, korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 24 jam sebelum ditemukan warga.
Namun yang membuat kasus ini semakin menyita perhatian publik adalah ditemukannya surat wasiat di dekat jenazah korban. Isi surat tersebut diduga ditulis langsung oleh orang tua anak perempuan itu yang menjelaskan kondisi tragis yang mereka alami.
Dalam surat tersebut, penulis mengaku anak mereka meninggal dunia akibat penyakit diabetes. Orang tua korban juga mengaku tidak mampu memakamkan sang anak secara layak karena sedang terlunta-lunta di Lampung setelah menjadi korban penipuan.
Isi surat itu menggambarkan kondisi keluarga yang diduga berada dalam tekanan ekonomi dan kesulitan hidup. Mereka mengaku baru tiga hari berada di Kota Lampung tanpa tempat tinggal tetap dan tidak memiliki kemampuan untuk mengurus pemakaman anaknya.
Surat tersebut sontak mengundang rasa haru sekaligus keprihatinan dari masyarakat. Banyak warga yang merasa sedih membaca pesan terakhir orang tua korban yang meminta bantuan kepada siapa saja yang menemukan jenazah anak mereka agar dimakamkan secara layak.
Polisi kemudian membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani proses visum. Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah anak perempuan tersebut dimakamkan pada Jumat sore.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mencari identitas lengkap korban serta keberadaan kedua orang tuanya. Polisi juga mendalami isi surat wasiat yang ditemukan di lokasi untuk memastikan kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena menggambarkan sisi kemanusiaan yang begitu menyayat hati. Kondisi ekonomi yang sulit, dugaan penipuan, hingga ketidakmampuan keluarga untuk memakamkan anaknya sendiri menjadi potret pahit yang menyentuh banyak orang.
Penemuan jenazah anak perempuan di Lampung Selatan bukan hanya menjadi peristiwa kriminal atau sosial biasa, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian lebih besar.
Di balik surat wasiat yang ditemukan, tersimpan kisah pilu tentang keluarga yang terpuruk hingga harus menghadapi kehilangan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
