Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Tiga Anggota DPRD TTU Terkait Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha

Faktaindonesianews.com – Penyelidikan atas meninggalnya dr. Eliza Princilia Utami Pakaenoni atau yang dikenal sebagai Dokter Icha terus bergulir. Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Utara (TTU) kini memasuki tahap pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa sebelum dokter muda tersebut meninggal dunia.

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papoteh, mengatakan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Senin (29/6). Ketiganya dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan atas dugaan insiden yang terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona Kefamenanu.

Bacaan Lainnya

Tiga legislator yang akan dimintai klarifikasi masing-masing adalah Theresius Lazakar, Robert Tubani, dan Veronika Lake. Sebelumnya, penyidik telah mengirimkan surat panggilan resmi kepada ketiganya agar hadir memenuhi agenda pemeriksaan.

Menurut Eliana, pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi keterangan yang sebelumnya telah diperoleh dari sejumlah tenaga kesehatan dan saksi lain yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.

Kasus ini mencuat setelah muncul dugaan bahwa Dokter Icha mengalami tekanan psikologis usai terlibat insiden di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Leona pada 13 Juni 2026. Saat itu, ia sedang memberikan penanganan medis kepada seorang anak yang menjadi korban gigitan ular berbisa.

Dalam berbagai informasi yang beredar, pasien tersebut disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan salah seorang anggota DPRD yang kini dijadwalkan menjalani pemeriksaan. Namun, hingga kini penyidik belum menyampaikan kesimpulan mengenai keterkaitan dugaan tersebut dengan penyebab meninggalnya korban.

Beberapa hari setelah peristiwa di rumah sakit, Dokter Icha ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Jumat (26/6). Dugaan awal menyebut korban mengakhiri hidupnya sendiri, namun penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan aparat kepolisian.

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhumah di kawasan Perumahan RSS Baumata pada Senin (29/6). Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 11.00 WITA dan dihadiri ratusan pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Keluarga, sahabat, rekan sejawat, serta masyarakat tampak memenuhi lokasi pemakaman. Isak tangis pecah ketika jenazah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir. Orang tua dan kedua adik almarhumah terlihat tak kuasa menahan haru saat melepas kepergian Dokter Icha.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan dari seluruh pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Kepolisian menegaskan proses penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh untuk memastikan seluruh fakta dapat terungkap berdasarkan bukti yang ada.

Pos terkait