Site icon Berita Fakta Indonesia

Prabowo Temui Tokoh yang Klaim Oposisi, Menhan Sjafrie: Saatnya Bersama Benahi Negara

Prabowo Temui Tokoh yang Klaim Oposisi, Menhan Sjafrie: Saatnya Bersama Benahi Negara

Jakarta, Faktaindonesianews.com – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional yang selama ini mengklaim diri sebagai oposisi pemerintah. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat malam, 30 Januari 2026, dan menjadi sinyal kuat upaya membangun komunikasi lintas kubu demi kepentingan bangsa.

Sjafrie menyampaikan hal itu saat memberikan keterangan kepada awak media di Cibodas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1). Ia menyebut, pertemuan tersebut tidak membahas kepentingan politik praktis, melainkan fokus pada bagaimana negara harus dikelola secara baik dan bertanggung jawab oleh seluruh elemen bangsa.

“Tadi malam Bapak Presiden bertemu dengan beberapa tokoh nasional yang tanda kutip disebut oposisi,” ujar Sjafrie.

Menurutnya, diskusi tersebut menyoroti berbagai persoalan mendasar yang selama ini dinilai membuat negara berada dalam posisi tidak diuntungkan. Mulai dari pengelolaan sumber daya alam, tata kelola keuangan, hingga praktik-praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Sjafrie secara terbuka menyinggung adanya perilaku sebagian pihak, baik dari sektor swasta maupun dugaan oknum pemerintah, yang tidak patuh terhadap regulasi demi keuntungan pribadi. Kondisi tersebut, kata dia, berkontribusi terhadap kebocoran anggaran dan lemahnya efektivitas kebijakan negara.

“Bahkan saya menerima laporan sekitar Rp5.777 triliun dari bank-bank Himbara yang disalurkan ke korporasi. Padahal APBN kita hanya sekitar Rp300 sekian triliun. Pertanyaannya, ke mana kebocoran anggaran itu?” ungkap Sjafrie di hadapan peserta retreat.

Ia menegaskan, pemerintah tidak menutup mata terhadap kemungkinan adanya oknum internal yang turut menjadi penyebab kerugian negara. Karena itu, Presiden Prabowo dinilai ingin mengajak seluruh elemen, termasuk mereka yang selama ini berada di luar pemerintahan, untuk bersama-sama membenahi negara secara realistis dan terbuka.

“Oleh karena itu, kita tidak boleh menutup-nutupi keadaan. Kita harus jujur melihat situasi yang bisa membuat negara kita kesulitan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie juga menekankan peran strategis media massa dalam mendukung tugas-tugas negara. Ia meminta insan pers untuk menyajikan pemberitaan yang informatif, berimbang, dan berpihak pada kepentingan rakyat, sehingga media menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keadilan sosial.

“Kalau negara sulit, yang paling terdampak adalah rakyat. Keberpihakan kepada rakyat harus ditunjukkan secara moral dan tindakan nyata,” katanya.

Usai acara, awak media mencoba menggali lebih jauh soal pertemuan Presiden Prabowo dengan tokoh oposisi tersebut. Namun, Sjafrie mengaku tidak mengetahui secara rinci siapa saja tokoh yang hadir. Ia hanya menegaskan bahwa komunikasi telah terjalin dengan baik dan para tokoh tersebut sepakat bahwa saat ini bukan waktunya lagi berbicara soal oposisi.

“Yang saya tahu, mereka menyatakan sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali,” ujarnya singkat, sembari enggan mengungkap lokasi pertemuan.

Exit mobile version