Produksi Padi Jawa Barat 2025 Diperkirakan Naik 18,64 Persen, Capai 10,23 Juta Ton

Produksi Padi Jawa Barat 2025 Diperkirakan Naik 18,64 Persen, Capai 10,23 Juta Ton

BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Produksi padi di Jawa Barat pada tahun 2025 diperkirakan melonjak signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, total produksi padi tahun ini mencapai 10,23 juta ton, atau naik 18,64 persen dibandingkan tahun 2024.

Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, menyampaikan bahwa kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan luas panen padi yang mencapai 1,76 juta hektare, atau naik 19,16 persen dari tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil pengamatan BPS, total produksi beras pada tahun 2025 juga diperkirakan mencapai 5,91 juta ton, meningkat 0,93 juta ton atau 18,64 persen dibandingkan tahun 2024,” ujar Darwis dalam siaran pers di Kantor BPS Jawa Barat, Senin (3/11/2025).

Menurut Darwis, pengamatan tersebut dilakukan melalui Survei Kerangka Sampel Area (KSA) berdasarkan luas baku sawah seluas 916.798 hektare, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN No.446.1/SK-PG.03.03/V/2024 tentang Penetapan Luas Lahan Baku Sawah Nasional Tahun 2024.

Berdasarkan hasil KSA, peningkatan luas panen terjadi di seluruh subround:

  • Subround I (Januari–April) naik 0,16 juta hektare,

  • Subround II naik 0,06 juta hektare, dan

  • Subround III naik 0,06 juta hektare.

Sementara itu, kenaikan produksi padi tercatat di setiap subround:

  • Subround I meningkat 0,90 juta ton,

  • Subround II bertambah 0,38 juta ton, dan

  • Subround III naik 0,32 juta ton.

Kenaikan ini menandakan produktivitas pertanian Jawa Barat semakin membaik, seiring dengan membaiknya curah hujan dan meningkatnya efisiensi pengelolaan lahan pertanian di sejumlah daerah sentra beras seperti Indramayu, Subang, Karawang, dan Cirebon.

Selain padi, BPS juga mencatat peningkatan signifikan pada komoditas jagung. Luas panen jagung pipilan selama Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 114,92 ribu hektare, naik 47,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Sementara itu, produksi jagung diperkirakan mencapai 835,11 ribu ton, atau meningkat 47,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi padi dan jagung ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan Jawa Barat, sekaligus mendukung upaya pemerintah pusat dalam menjaga stabilisasi harga bahan pangan nasional menjelang akhir tahun.

Pos terkait