Faktaindonesianews.com, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kecepatan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam pelayanan pemadam kebakaran di tengah dinamika Bandung yang semakin padat dan kompleks.
Hal itu disampaikan saat memimpin apel gabungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung yang dirangkaikan dengan olahraga bersama di Jalan Sukabumi, Selasa (21/4/2026).
Menurut Farhan, kondisi kota dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1,6 juta jiwa, ditambah mobilitas pendatang yang tinggi, membuat potensi bencana—khususnya kebakaran—semakin besar.
“Dari kebakaran permukiman, pohon tumbang, hingga evakuasi hewan liar, semua menjadi bagian dari tugas harian kita,” ujarnya.
Penghormatan untuk Petugas dan Relawan
Dalam arahannya, Farhan juga mengawali dengan doa serta penghormatan kepada para petugas pemadam kebakaran dan relawan yang gugur maupun mengalami luka saat menjalankan tugas kemanusiaan.
“Pengabdian mereka adalah teladan bagi kita semua. Kita harus melanjutkan semangat itu dengan kerja terbaik,” katanya.
Waktu Tanggap Lampaui Standar Nasional
Farhan mengapresiasi kinerja Damkarmatan yang berhasil melampaui standar nasional dalam waktu tanggap darurat. Jika standar nasional menetapkan batas maksimal 15 menit, Kota Bandung mampu mencatat rata-rata respons hanya 8 menit 30 detik.
“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti nyata kehadiran negara di saat warga membutuhkan,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan capaian tersebut harus terus ditingkatkan, bukan menjadi alasan untuk berpuas diri.
Dorong Pemanfaatan Teknologi Modern
Pemkot Bandung juga mulai mengarahkan modernisasi layanan Damkar melalui pemanfaatan teknologi. Farhan menyebut penggunaan drone sebagai salah satu inovasi untuk menjangkau titik-titik sulit saat operasi penyelamatan.
Selain itu, sistem seperti call center, GPS, dan command center akan diperkuat sebagai “mata dan tangan tambahan” bagi petugas di lapangan.
“Alat boleh sederhana, tapi kalau SDM unggul, hasilnya luar biasa. Namun modernisasi tetap kita dorong,” ujarnya.
Soroti Minimnya Sistem Proteksi Gedung
Farhan turut menyoroti lemahnya sistem proteksi kebakaran di sejumlah gedung. Ia menegaskan fasilitas seperti APAR, hidran, sprinkler, dan alarm kebakaran harus menjadi standar wajib.
Ia bahkan menyinggung persoalan lift yang kerap bermasalah di hotel, yang dinilai dapat merusak citra Bandung sebagai kota wisata.
“Jangan sampai kita baru serius setelah kejadian. Pencegahan adalah kunci,” katanya.
Peran Penting Relawan Redkar
Selain petugas utama, Farhan juga menekankan pentingnya peran relawan Redkar sebagai ujung tombak di tingkat wilayah. Mereka berperan dalam penanganan awal sebelum tim Damkar tiba di lokasi.
Namun, ia mengingatkan agar setiap aksi penyelamatan tetap mengutamakan keselamatan diri.
“Menolong itu mulia, tapi keselamatan diri tetap yang utama,” pesannya.
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Petugas
Di sisi lain, Pemkot Bandung berkomitmen meningkatkan kesejahteraan personel Damkar melalui jaminan kesehatan, perlindungan kerja, serta tunjangan risiko tinggi.
Momentum apel ini juga bertepatan dengan Hari Kartini dan Hari Ulang Tahun Damkar ke-107, yang memperkuat semangat pengabdian lintas generasi, termasuk peran srikandi Damkar.
