Berita Faktaindonesianews.com, Pacet, Kab Bandung – Rutinitas Sektor-2 salah satunya adalah pembuatan dan penanaman lubang biopori sebagai sarana penyerapan air dan tempat pembuangan sampah organik untuk pupuk kompos.
Subsektor 1 bersama masyarakat di lingkungan kampung Pacet gosali di RT. 01/ RW 03 gotong royong bahu membahu untuk mewujudkan RenAksi dan progres pencapaian Sektor 2 Citarum Harum.
Kepedulian masyarakat dapat kami rasakan ketika proses pembuatan lubang biopori tersebut akan di laksanakan. Kami melakukannya dari satu rumah ke rumah yang lainnya.
Dimulai dari pembersihan lahan sasaran mesin bor biopori, Pembuatan lubang sampai perapihan lubang tersebut di lakukan dengan penuh semangat.
Di sisi yang lain, kami juga memperhatikan keamanan lubang tersebut agar terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan. Contohnya:dijauhkan dari tempat bermain anak-anak, sebab besar kemungkinan bagi anak-anak yang bermain berlarian kesana kemari bisa saja keseleo tersandung lubang tersebut.
Sampai detik ini,manfaat dari adanya lubang biopori tersebut dapat di rasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar. Karena dengan penanganan yang baik terhadap sampah organik, lubang biopori tersebut tidak bisa penuh karena proses pembusukannya yang di percepat dengan menggunakan pupuk Formula.
Manfaat lain yang dapat di rasakan dari lubang biopori ini adalah mudahnya penyerapan air di musim penghujan, karena seiring berjalannya waktu dapat di pastikan adanya lubang-lubang yang panjang dan banyak yang di buat oleh organisme yang tinggal di dalam tanah.sehingga dapat meminimalisir bencana banjir bagi masyarakat yang tinggal di dataran rendah dekat dengan Das Citarum.
“Kegiatan ini merupakan salah satu solusi, Semakin mudahnya bagi masyarakat dalam mengelola sampah dengan baik dan benar atau teratur.” Ujar Dansub-1.
(Purwadhi JSI)
