Tragis di RSUD Majalaya, Kepala Cleaning Service Bunuh Anak Buah karena Utang

Tragis di RSUD Majalaya, Kepala Cleaning Service Bunuh Anak Buah karena Utang

Bandung, Faktaindonesianews.com – Kasus pembunuhan kembali mengguncang Kabupaten Bandung. Seorang kepala cleaning service RSUD Majalaya berinisial R (43) diduga kuat telah menghabisi nyawa anak buahnya sendiri, seorang petugas kebersihan bernama Fikri Ardiansyah (24). Peristiwa tragis ini terjadi di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, sebuah fasilitas publik yang seharusnya menjadi tempat penyelamatan nyawa, bukan lokasi tindak kriminal.

Kasus ini terungkap setelah petugas menemukan jasad korban pada Minggu (4/1) sekitar pukul 04.30 WIB. Tubuh korban ditemukan di sudut ruangan gudang rumah sakit dalam kondisi mengenaskan. Darah berceceran di sekitar lokasi kejadian, mengindikasikan adanya kekerasan hebat sebelum korban meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Identitas korban kemudian dikonfirmasi oleh pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, menyebut korban bernama Fikri Ardiansyah, berusia 24 tahun, warga Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Korban diketahui bekerja sebagai cleaning service dan masih berstatus anak buah dari terduga pelaku.

Tak lama setelah penemuan jasad, terduga pelaku R (43) secara mengejutkan menyerahkan diri ke Polresta Bandung. Kepada polisi, R mengaku sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian Fikri. Pengakuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kasus ini merupakan pembunuhan yang disengaja, bukan kecelakaan kerja atau tindak kriminal lain.

Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun penyidik, motif pembunuhan diduga kuat dipicu persoalan utang piutang. Pelaku mengaku nekat menghabisi korban karena korban disebut memiliki utang sebesar kurang lebih Rp5 juta kepadanya. Persoalan tersebut diduga memicu emosi pelaku hingga berujung pada aksi kekerasan fatal.

Dalam pengakuannya, R menyebut peristiwa pembunuhan terjadi pada Sabtu (3/1) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku menggunakan sebuah martil untuk menyerang korban hingga tewas. Senjata tumpul tersebut kini telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti penting dalam penyelidikan.

Kasus ini langsung menyita perhatian publik, mengingat lokasi kejadian berada di lingkungan rumah sakit yang notabene memiliki sistem keamanan dan pengawasan. Polisi kini masih mendalami kronologi lengkap, termasuk kemungkinan adanya saksi, rekaman CCTV, serta hubungan kerja antara pelaku dan korban sebelum kejadian.

Pos terkait