Faktaindonesianews.com – Berawal dari keinginan membantu memenuhi kebutuhan keluarga, Mutoharoh berhasil mengubah keterbatasan menjadi peluang melalui usaha tas dan dompet wanita Biru Tsabita. Bermula dari bisnis kecil yang dijalankan secara daring, kini usahanya berkembang pesat hingga menyerap 33 tenaga kerja dan memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan pernah menembus pasar Malaysia.
Perjalanan usaha tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan, inovasi, dan pendampingan yang tepat mampu membawa pelaku UMKM berkembang secara berkelanjutan.
Berawal dari Kesulitan Ekonomi dan Lilitan Utang
Mutoharoh mengungkapkan, sebelum membangun Biru Tsabita, dirinya sempat menghadapi kondisi ekonomi yang cukup berat akibat terlilit utang. Pendapatan yang diperoleh saat itu belum mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Situasi tersebut mendorongnya mencari sumber penghasilan tambahan yang dapat dijalankan tanpa meninggalkan pekerjaan utama.
“Dari situ, kami mencoba mencari pekerjaan sampingan, dan pilihan kami jatuh pada jualan online yang bisa dijalankan di sela-sela rutinitas kerja. Alhamdulillah, usaha jualan online itu terus berkembang hingga sekarang,” ujar Mutoharoh, dikutip Rabu (15/7/2026).
Keputusan memanfaatkan platform digital menjadi titik awal berkembangnya usaha yang kini dikenal sebagai Biru Tsabita.
Dompet Wanita Jadi Produk Favorit Pelanggan
Didirikan pada 2019, Biru Tsabita memproduksi berbagai jenis tas dan dompet wanita dengan mengutamakan desain yang menarik sekaligus fungsional.
Di antara seluruh produk yang ditawarkan, dompet wanita menjadi salah satu produk dengan permintaan tertinggi dari konsumen.
Pemasaran dilakukan melalui berbagai marketplace serta jaringan kemitraan yang terus diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, produk Biru Tsabita pernah dipasarkan hingga Malaysia.
Selain menyediakan produk siap pakai, Biru Tsabita juga menerima pesanan tas dan dompet custom sesuai kebutuhan pelanggan.
Pendampingan Rumah BUMN BRI Percepat Pertumbuhan Usaha
Perkembangan usaha Biru Tsabita semakin meningkat setelah bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI.
Menurut Mutoharoh, berbagai pelatihan yang diberikan membantu meningkatkan kemampuan bisnis sekaligus memperluas jaringan relasi usaha.
Salah satu program yang memberikan dampak besar adalah Program BRIncubator BRI 2025, yang dinilai mampu memperkuat strategi pengembangan usaha.
“Seluruh pelatihan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI sangat membantu kami, khususnya Program BRIncubator BRI 2025 yang sejauh ini paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usaha,” jelas Mutoharoh.
Berkat perkembangan tersebut, Biru Tsabita kini telah mampu membuka 33 lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar.
Manfaatkan BRImo dan QRIS untuk Dukung Operasional
Selain memperoleh pendampingan bisnis, Mutoharoh juga memanfaatkan berbagai layanan digital dari BRI, seperti BRImo dan QRIS BRI, guna mempermudah transaksi dan mendukung aktivitas operasional usaha.
Ke depan, ia menargetkan penguatan pemasaran digital melalui marketplace serta perluasan jaringan kemitraan agar produk Biru Tsabita semakin dikenal masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional.
BRI Dorong UMKM Naik Kelas
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai perjalanan Biru Tsabita menjadi contoh bahwa usaha yang lahir dari keterbatasan dapat berkembang apabila dijalankan dengan kesungguhan serta kemauan untuk terus belajar.
Menurutnya, pendampingan melalui Rumah BUMN merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat daya saing UMKM Indonesia.
“Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pelaku UMKM agar punya ruang untuk belajar, memperluas pasar, dan melangkah lebih jauh dengan usaha yang semakin kuat,” ujar Dhanny.
Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lebih banyak pelaku usaha yang mandiri, produktif, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
