Ungu Rilis ‘Pulang Pada-Mu’ Sambut Ramadan 2026

Ungu Rilis ‘Pulang Pada-Mu’ Sambut Ramadan 2026

Faktaindonesianews.com – Ungu kembali ke akar mereka dengan merilis lagu religi terbaru berjudul Pulang Pada-Mu pada Jumat (13/2), menyambut Ramadan 2026. Perilisan ini sekaligus menandai 20 tahun perjalanan Ungu konsisten menghadirkan karya religi sejak pertengahan 2000-an.

Lagu yang diciptakan oleh Enda tersebut mengangkat tema refleksi spiritual dan perjalanan batin seorang hamba yang ingin kembali kepada Tuhan. Dengan tempo lambat dan aransemen sederhana, Pulang Pada-Mu menghadirkan suasana hening dan mendalam, mengingatkan pada nuansa religi khas Ungu era awal.

Bacaan Lainnya

Enda mengungkapkan lagu ini lahir dari pengalaman pribadinya.

“Lagu ini saya tulis berdasarkan apa yang saya rasakan. Ketika keseharian hanya disibukkan dengan bekerja dan mengejar ambisi, saya justru merasakan kekosongan. Dari situ, muncul pencarian terhadap Allah SWT.”

Tak hanya menciptakan lagu, Enda juga tampil sebagai model dalam video musik yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat.

Sementara itu, sang vokalis Pasha menyebut perilisan yang berdekatan dengan Ramadan sebagai upaya menghadirkan lagu ini sebagai teman perjalanan spiritual para pendengar.

“Kami berharap Pulang Pada-Mu bisa menjadi pengingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk kembali pada-Nya, sejalan dengan nilai utama Ramadan sebagai bulan pengampunan,” ujar Pasha.

Dua Dekade Tradisi Musik Religi

Sejak debut pada 2002, Ungu mulai serius menggarap musik religi lewat album SurgaMu (2006) yang sukses besar dengan penjualan 150 ribu kopi dalam 10 hari. Album tersebut melahirkan hit seperti Andai Ku Tahu dan Selamat Lebaran.

Tradisi itu berlanjut melalui album:

  • Para PencariMu (2007)

  • Aku Dan Tuhanku (2008)

  • Maha Besar (2009)

  • Ruang Hati (2013)

  • Album kompilasi religi (2020)

  • Baik Dan Burukmu Tuhan Yang Tahu (2024)

Dengan Pulang Pada-Mu, Ungu kembali menegaskan identitas mereka sebagai salah satu band yang konsisten mengisi Ramadan dengan karya bernuansa spiritual—meneruskan tradisi yang telah mereka jaga selama dua dekade.

Pos terkait