BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajak seluruh kader Tim Penggerak PKK Kota Bandung untuk memperkuat semangat sedekah sebagai jalan menuju keberkahan hidup serta memperkuat nilai-nilai kebaikan dalam keluarga dan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Pengajian Rutin TP PKK Kota Bandung edisi ke-4 tahun 2025 bertajuk “Kantin Maslahah (Kajian Rutin Merajut Asa Keluarga Bahagia dan Sejahtera)” yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Selasa (21/10/2025).
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda 2025, mengusung tema “Mendengarkan Anak dengan Hati: Membangun Kepercayaan dan Keterbukaan Menuju Generasi Emas 2045.”
Dalam sambutannya, Erwin menekankan pentingnya membiasakan diri untuk bersedekah. Menurutnya, sedekah bukan hanya sekadar amal sosial, melainkan juga sarana spiritual untuk mendatangkan keberkahan hidup.
“Orang yang gemar bersedekah akan dijauhkan dari bala, dilancarkan rezekinya, dan dihapus dosa-dosanya,” ujar Erwin.
“Bahkan ketika seseorang telah tiada, sedekahnya tetap mengalir sebagai amal jariyah. Maka jangan ragu membantu membangun masjid, karena Allah menjanjikan rumah di surga bagi yang melakukannya,” tambahnya.
Sedekah Bukan Membuat Miskin, Tapi Membuka Rezeki
Erwin menegaskan, tidak ada orang yang menjadi sengsara karena bersedekah. Justru, kata dia, orang yang gemar berbagi akan merasakan ketenangan batin dan kelapangan hati.
Ia juga menguraikan empat hal penting untuk meraih keberkahan dan kesuksesan hidup, yakni:
-
Doa, sebagai senjata utama orang beriman.
-
Menghormati ulama dan kiai, sumber keberkahan.
-
Sedekah, bentuk ketulusan memberi.
-
Kepemimpinan (umaro), penanda struktur sosial yang kuat.
“Masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang mampu menjaga hubungan baik antara ulama, umaro, dan umat,” tegas Erwin.
Peran Keluarga Jadi Benteng Akhlak
Dalam kesempatan itu, Erwin juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menjaga kehormatan dan akhlak. Ia menyebut, benteng dosa dalam keluarga dimulai dari diri sendiri.
“Benteng dosa seorang istri adalah suami. Seorang istri yang melayani suaminya dengan ikhlas akan mendapat pahala besar. Bahkan saat memberikan seteguk air kepada suami, Allah mencatatnya sebagai kebaikan,” ungkapnya.
Erwin menutup dengan pesan agar setiap anggota keluarga terus belajar dan tetap rendah hati.
“Jangan pernah merasa paling pintar. Dalam hidup, teruslah belajar dan saling menghormati,” pesannya.
