Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan kota dengan menumbuhkan rasa peduli, kolaborasi, dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa sikap tidak peduli adalah ancaman terbesar dalam membangun lingkungan sosial yang sehat.
“Lawan dari cinta bukan benci, tapi tidak peduli. Kalau sudah tidak peduli, berarti sudah tidak ada rasa. Bandung membutuhkan rasa dan karsa,” ujar Farhan saat meresmikan Masjid Al-Ikhlas PC Nahdlatul Ulama Kota Bandung, pada Minggu, 23 November 2025.
Dalam sambutannya, Farhan menyoroti pentingnya dasar spiritual dalam melahirkan kepedulian yang tulus. Menurutnya, tindakan baik harus bersumber dari niat yang benar. Ia menjelaskan bahwa syahadat bukan sekadar ucapan keyakinan, namun pernyataan misi hidup.
“Syahadat itu mission statement. Semua berpangkal dari tauhid dan berujung kepada Allah dan Rasul,” katanya.
Farhan juga menyinggung peran pemimpin dalam menjalankan amanah. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh berjalan sendirian, karena isolasi dalam kepemimpinan adalah situasi paling berbahaya.
Karena itu, ia merasa bersyukur memiliki komunitas keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang menurutnya memberikan ruang kembali dan kebersamaan.
“NU bagi saya bukan hanya ormas, tapi rumah yang memberikan rasa nyaman,” tutur Farhan.
Lebih lanjut, Farhan mengakui bahwa Kota Bandung tengah menjadi sorotan publik akibat berbagai isu seperti tata kelola, anggaran, dan sampah. Namun ia menilai sorotan tersebut muncul karena pemerintah saat ini menerapkan asas transparansi.
“Kami sengaja membuka semua masalah agar masyarakat ikut terlibat menyelesaikannya. Ini bukan masalah eksklusif pemerintah,” tegasnya.
Menurut Farhan, dukungan masyarakat tidak cukup hanya berupa kritik atau masukan, tetapi juga melalui tindakan nyata. Ia menyebut bahwa kemajuan Bandung membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan warga.
“Ketika lebih banyak orang terlibat, kota ini akan lebih cepat berbenah,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Farhan meminta doa serta dukungan warga Bandung agar pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik.
“Mohon doa dan maaf jika ada tutur kata atau kebijakan yang belum berkenan. Semoga kepemimpinan ini menjadi amal jariah untuk kita semua,” pungkasnya.
