Dalam sesi diskusi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengungkapkan bahwa dari 2,1 juta penduduk Bandung, sebagian besar merupakan pengguna internet aktif, terutama di platform seperti TikTok dan Instagram. Oleh karena itu, strategi komunikasi harus disesuaikan dengan karakteristik audiens agar lebih efektif.
“Kita harus memahami siapa target audiens kita dan menyesuaikan konten dengan preferensi mereka. Penggunaan elemen visual seperti signature logo, tone warna, dan gaya komunikasi yang konsisten menjadi kunci dalam membangun citra positif Pemkot Bandung,” jelas Yayan.
Ia juga menekankan bahwa penyampaian informasi yang seragam sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat. Perbedaan interpretasi atas suatu kebijakan dapat menimbulkan kebingungan, sehingga koordinasi yang baik antaradmin media sosial menjadi faktor krusial dalam menjaga keterpaduan komunikasi pemerintah.
Dengan pengarahan ini, diharapkan setiap admin media sosial di lingkungan Pemkot Bandung dapat lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Standar komunikasi yang lebih baik dan strategi konten yang kreatif diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyebaran informasi serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.






