Site icon Berita Fakta Indonesia

Wali Kota Bandung Tunda Pemotongan Kabel Udara di Asia Afrika Demi Jaga Layanan Publik

Faktaindonesianews.com, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengambil langkah tegas namun tetap penuh kehati-hatian dalam program penataan kabel udara di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung memastikan proses penertiban kabel semrawut tetap berjalan, namun khusus untuk kawasan Jalan Asia Afrika, pemotongan kabel sementara ditunda hingga seluruh sistem cadangan jaringan benar-benar siap digunakan.

Keputusan tersebut diambil untuk menghindari gangguan terhadap berbagai layanan publik yang sangat bergantung pada koneksi internet. Mulai dari layanan perbankan, pelayanan pemerintahan hingga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), semuanya dinilai harus tetap berjalan tanpa hambatan.

Farhan menjelaskan, penataan kabel udara merupakan bagian dari upaya mempercantik wajah Kota Bandung sekaligus menegakkan aturan terkait utilitas perkotaan. Namun menurutnya, penertiban tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa jika berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

“Pemotongan kabel ini tidak akan mengganggu pelayanan publik, tidak akan kena blackout. Kalau backup jaringannya sudah siap, baru kita potong,” kata Farhan saat ditemui di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).

Penataan Kabel Tetap Berjalan Bertahap

Farhan mengungkapkan, berbeda dengan kondisi di Jalan Merdeka yang sudah memiliki dukungan jaringan cadangan memadai, kawasan Asia Afrika masih memerlukan penyesuaian teknis dari sejumlah operator telekomunikasi.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan hingga dini hari, dari total 39 jaringan yang menjadi target penertiban, baru 13 jaringan yang dinyatakan siap sepenuhnya. Sisanya masih dalam proses migrasi menuju sistem kabel bawah tanah dan penguatan jaringan cadangan.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung meminta seluruh operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk segera menentukan jadwal kesiapan masing-masing.

“Kalau pemerintah siap menertibkan. Yang sekarang kita kejar adalah kapan mereka siap. Jangan sampai kita potong ternyata layanan publik terganggu,” ujarnya.

Farhan Akui Sempat Ingin Langsung Potong Kabel

Farhan juga mengaku sempat ingin mempercepat proses penertiban dengan langsung melakukan pemotongan kabel udara di kawasan Asia Afrika. Namun setelah menerima laporan teknis dari tim di lapangan, ia memutuskan menunda langkah tersebut karena sistem cadangan dinilai belum sepenuhnya aman.

“Saya tadinya mau main potong saja. Tapi setelah dicek, backup-nya belum 100 persen. Kalau koneksi internet terganggu sekarang dampaknya bisa luas,” ungkapnya.

Menurut Farhan, ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital saat ini sangat tinggi. Gangguan internet tidak hanya berdampak pada aktivitas bisnis, tetapi juga pelayanan pendidikan, administrasi pemerintahan, hingga transaksi keuangan masyarakat sehari-hari.

Prioritaskan Keamanan dan Kelancaran Layanan

Meski penundaan dilakukan di beberapa titik, Farhan memastikan program penataan kabel udara tetap berjalan di lokasi-lokasi yang telah memenuhi persyaratan teknis. Setelah jaringan cadangan dinyatakan aktif dan aman digunakan, proses pemotongan kabel akan dilakukan tanpa menghentikan layanan.

“Hal yang paling penting itu backup-nya dulu. Kalau sudah aman, langsung potong dan layanan tetap berjalan. Tidak boleh ada jeda,” tuturnya.

Exit mobile version