Site icon Berita Fakta Indonesia

Waspada El Nino Godzilla 2026, Ini Deret Penyakit yang Berisiko Meningkat

Faktaindonesianews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino Godzilla pada 2026. Fenomena ini diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang dengan suhu yang jauh lebih panas dan kondisi udara lebih kering dibanding biasanya.

El Nino Godzilla terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat secara signifikan sehingga memengaruhi pola cuaca global. Dampaknya, curah hujan di Indonesia dapat menurun drastis dan memicu berbagai persoalan lingkungan maupun kesehatan.

Cuaca panas ekstrem tidak hanya membuat tubuh cepat lelah, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit. Berikut sejumlah gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai selama fenomena El Nino berlangsung.

1. Heat Stroke atau Sengatan Panas

Heat stroke menjadi salah satu kondisi paling berbahaya saat suhu udara meningkat ekstrem. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh naik drastis akibat paparan panas berlebih dan tubuh gagal mendinginkan diri.

Gejalanya meliputi tubuh sangat panas, pusing, mual, muntah, kebingungan, bicara tidak jelas, hingga kehilangan kesadaran. Heat stroke termasuk keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat.

2. Gangguan Pernapasan

Udara kering saat musim kemarau membuat saluran pernapasan lebih mudah mengalami iritasi. Selain itu, debu, polusi udara, hingga asap kebakaran hutan juga dapat memperburuk kualitas udara.

Kondisi ini meningkatkan risiko batuk, asma kambuh, infeksi saluran pernapasan, hingga sesak napas terutama pada anak-anak dan lansia.

3. Migrain dan Sakit Kepala

Cuaca panas membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan sehingga memicu dehidrasi. Ketika cairan tubuh berkurang, keseimbangan elektrolit terganggu dan dapat memengaruhi pembuluh darah di otak.

Akibatnya, banyak orang mengalami migrain maupun sakit kepala berkepanjangan saat suhu udara sedang tinggi.

4. Tekanan Darah Tidak Stabil

Suhu panas ekstrem dapat memengaruhi tekanan darah. Pada sebagian orang, tekanan darah bisa turun karena tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.

Namun dalam kondisi tertentu, jantung justru bekerja lebih keras sehingga tekanan darah meningkat. Situasi ini berisiko bagi penderita hipertensi dan penyakit jantung.

5. Serangan Jantung dan Stroke

Paparan panas berlebihan membuat jantung bekerja ekstra untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. Beban kerja jantung yang meningkat dapat memicu serangan jantung maupun stroke, terutama pada orang dengan riwayat penyakit kardiovaskular.

Penelitian yang diterbitkan jurnal Circulation pada 2023 bahkan menyebut kematian akibat penyakit kardiovaskular yang dipicu panas dapat meningkat signifikan.

6. Kulit Kering dan Iritasi

Kelembapan udara rendah membuat kulit lebih cepat kehilangan cairan alami. Akibatnya kulit terasa kering, bersisik, gatal, hingga mengalami iritasi.

Pada beberapa orang, kondisi ini juga bisa memperparah eksim dan alergi kulit.

7. Mata Merah dan Iritasi

Udara panas dan kering dapat mengurangi kelembapan alami mata sehingga mata menjadi merah, perih, dan terasa panas. Risiko ini lebih tinggi pada orang yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Karena itu, masyarakat disarankan mulai menjaga kesehatan selama musim kemarau dengan memperbanyak minum air putih, menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari, memakai pakaian nyaman, menggunakan pelindung seperti topi atau kacamata, serta menjaga pola istirahat agar tubuh tetap fit menghadapi cuaca panas ekstrem.

Exit mobile version