70 Tahun Konferensi Asia-Afrika, Bandung Kembali Jadi Pusat Diplomasi Dunia

70 Tahun Konferensi Asia-Afrika, Bandung Kembali Jadi Pusat Diplomasi Dunia

BANDUNG, Faktaindonesianews — Sebanyak 14 duta besar dari negara-negara Afrika menghadiri peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Kota Bandung, Rabu, 23 April 2025. Mereka melakukan “Historical Walk” dari Jalan Asia-Afrika hingga Pendopo Kota Bandung, mengenang jejak sejarah solidaritas yang pernah membakar semangat kemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika pada 1955 silam.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut langsung para delegasi yang mengikuti rangkaian kegiatan, dimulai dari kunjungan ke Museum KAA hingga ke Palestine Walk sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, ini bentuk pengakuan terhadap Bandung sebagai tempat lahirnya semangat kemandirian bangsa-bangsa Asia dan Afrika,” ujar Farhan. “Bersama dukungan Pemprov Jawa Barat, Bandung harus menetapkan diri sebagai Ibu Kota Asia-Afrika.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan panjang KAA ke-70 yang berlangsung sejak 18 April hingga 25 September 2025. Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan berbagai program unggulan untuk memperkuat branding sebagai pusat solidaritas Asia-Afrika, termasuk peluncuran logo dan tagline resmi “Bandung Ibu Kota Asia-Afrika”.

“Nanti ada festival Asia-Afrika, konser lagu nasional dan daerah di Balai Kota pada 17 Agustus, serta Midnight Festival yang akan melibatkan 15 ribu pelari. Insyaallah tidak bikin macet karena mulai tengah malam,” kata Farhan.

Tak hanya seremoni, kunjungan para duta besar ini juga membuka peluang kerja sama konkret, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pariwisata. Farhan menyebut beberapa negara seperti Mesir, Sudan, Maroko, dan Tunisia telah lama menjalin kolaborasi akademik dengan kampus-kampus di Bandung.

“Para ulama dan ilmuwan dari negara-negara tersebut rutin melakukan studi dan penelitian di Bandung. Ini menjadi potensi kerja sama yang terus kami kembangkan,” tambah Farhan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa Pemprov Jabar siap mendukung penuh Bandung sebagai pusat semangat Asia-Afrika. “Spirit Bandung harus terus menyala. Untuk jangka pendek bisa meningkatkan semangat warga. Untuk jangka panjang, semoga mendukung pembangunan dan diplomasi, dari Bandung untuk Indonesia,” ucapnya.

Duta Besar Maroko, Ouadia Benabdellah, selaku inisiator acara, menekankan pentingnya peringatan ini sebagai simbol kuatnya hubungan antarnegara berkembang. “Kami, para duta besar Afrika, datang untuk mengenang peristiwa Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Spirit Bandung sangat penting bagi kami,” ungkapnya.

Para duta besar yang hadir termasuk dari Tanzania, Sudan, Ethiopia, Mauritania, Mesir, Tunisia, Zimbabwe, Seychelles, Angola, Afrika Selatan, Aljazair, Rwanda, hingga Kenya. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa Bandung masih menyimpan nilai historis dan diplomatik yang strategis.

Peringatan KAA ke-70 di Bandung bukan sekadar nostalgia. Dengan komitmen kerja sama konkret dan festival internasional, Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai poros diplomasi Asia-Afrika. Spirit Bandung yang menyala sejak 1955, kini disulut kembali untuk menghadirkan harapan baru bagi solidaritas global.

Pos terkait