Berawal dari Nol, UMKM Mebel Asal Sukoharjo Tembus Pasar Spanyol dan Amerika Berkat Pelatihan Ekspor BRI

Faktaindonesianews.com – Kisah sukses CV Swakarya Jaya Furniture, pelaku UMKM mebel asal Sukoharjo, Jawa Tengah, membuktikan bahwa keberanian memulai usaha dan kemauan untuk terus belajar dapat membuka jalan menuju pasar internasional. Dirintis sejak 2020 dengan berbagai keterbatasan, usaha milik Febrina Lossu kini berhasil mengekspor produk furnitur ke Spanyol dan Amerika Serikat.

Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Berawal dari tekad memanfaatkan besarnya potensi industri mebel Indonesia, Febrina mempelajari bisnis kayu dan perdagangan ekspor secara mandiri. Tanpa modal besar maupun fasilitas produksi sendiri, ia membangun usahanya secara bertahap hingga mampu menarik minat pembeli dari luar negeri.

Bacaan Lainnya

Berani Memulai Meski Tanpa Modal Besar

Febrina mengungkapkan bahwa keputusannya terjun ke industri mebel didorong oleh peluang ekspor yang dinilai sangat menjanjikan. Berbekal rasa ingin tahu, ia mulai mempelajari karakteristik industri furnitur sekaligus mencari calon pembeli dari berbagai negara.

“Karena melihat adanya peluang ekspor kayu atau mebel, maka saya memberanikan diri untuk mulai mencari tahu tentang industri mebel dan pasar ekspor. Dari situ saya juga mulai mencari buyer agar usaha ini bisa berkembang,” ujar Febrina, Kamis (23/7/2026).

Perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mudah. Pada tahap awal, keterbatasan modal menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi. Seluruh proses bisnis dijalankan dari nol tanpa memiliki tempat produksi sendiri.

Seiring berkembangnya usaha, tantangan kemudian bergeser pada upaya memperluas jaringan pemasaran dan mendapatkan pembeli baru agar produk tetap mampu bersaing di pasar global.

“Kendala utama kami terletak pada keterbatasan modal, karena saya tidak memulai usaha dengan modal. Tanpa punya tempat kerja, semua dimulai dari nol. Untuk saat ini kendala utamanya adalah mencari buyer,” tuturnya.

Pelatihan Ekspor BRI Peduli Tambah Bekal Bisnis

Di tengah proses mengembangkan usaha, Febrina terus meningkatkan pengetahuan mengenai perdagangan internasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengikuti Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan melalui program BRI Peduli.

Program tersebut memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM mengenai berbagai aspek penting dalam ekspor, mulai dari penyusunan dokumen, mekanisme pembayaran internasional, proses pengiriman barang, hingga strategi mengurangi risiko dalam transaksi lintas negara.

Menurut Febrina, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam operasional bisnis sehari-hari.

“Setelah mengikuti pelatihan, saya jadi mengetahui beberapa langkah yang sebelumnya tidak pernah saya pahami. Sekarang saya lebih mengerti tentang dokumen ekspor, sistem pembayaran, hingga jasa angkut. Pengetahuan ini sangat membantu karena membuat proses ekspor menjadi lebih aman dan dapat mengurangi risiko,” ungkapnya.

Produk Mebel Indonesia Kini Tembus Pasar Global

Berbekal pengetahuan yang semakin matang, disertai konsistensi menjaga kualitas produk serta memperluas jaringan pemasaran, usaha yang dirintis Febrina akhirnya mulai membuahkan hasil.

Saat ini, CV Swakarya Jaya Furniture telah berhasil mengirimkan produk furnitur ke Spanyol dan Amerika Serikat, menjadikan karya lokal Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berkembang apabila diiringi semangat belajar, inovasi, dan keberanian mengambil peluang.

BRI Terus Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program Ekspor

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, BRI terus mendorong pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan memperluas pasar hingga ke tingkat global.

Program Pelatihan Ekspor dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami proses ekspor secara mandiri, mulai dari strategi memasuki pasar internasional, regulasi perdagangan, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk sesuai standar internasional.

Menurut Dhanny, peningkatan kapasitas menjadi faktor penting agar UMKM Indonesia semakin siap bersaing di pasar dunia.

“Kisah CV Swakarya Jaya Furniture menjadi salah satu contoh bahwa ketika semangat pelaku UMKM bertemu dengan akses pembelajaran yang tepat, peluang untuk tumbuh dan menjangkau pasar internasional semakin terbuka,” tegasnya.

Pos terkait