Agrinas Impor 105 Ribu Kendaraan Komersial dari India, Tuai Kritik

Agrinas Impor 105 Ribu Kendaraan Komersial dari India, Tuai Kritik

Faktaindonesianews.com – BUMN Agrinas Pangan Nusantara, pelaksana utama pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, diketahui akan mengimpor 105 ribu kendaraan komersial dari India sepanjang 2026. Kebijakan ini menuai kritik karena Indonesia merupakan salah satu produsen pikap, sementara industri otomotif domestik tengah mengalami tekanan.

Mahindra Kirim 35 Ribu Pikap Scorpio

Pada 4 Februari 2026, Mahindra & Mahindra mengumumkan akan mengekspor 35 ribu unit pikap Scorpio ke Indonesia untuk mendukung proyek Koperasi Desa Merah Putih.

Bacaan Lainnya

Pikap Scorpio diproduksi di pabrik Nashik, Maharashtra, India. Model ini merupakan satu-satunya produk Mahindra yang dipasarkan di Indonesia sejak diluncurkan pada Oktober 2019.

CEO Automotive Division Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menyebut volume ekspor tersebut setara dengan capaian ekspor perusahaan pada tahun fiskal 2025 dan akan meningkatkan performa operasi internasional mereka secara signifikan.

Tata Motors Pasok 70 Ribu Unit

Sementara itu, Tata Motors pada 10 Februari 2026 mengumumkan anak usahanya, Tata Motors Distribusi Indonesia, mendapatkan pesanan 70 ribu unit kendaraan untuk Agrinas.

Pesanan tersebut terdiri atas:

  • 35 ribu pikap Yodha

  • 35 ribu truk Ultra T.7

Ini disebut sebagai pesanan terbesar yang pernah diperoleh perusahaan. Berbeda dengan Scorpio, dua model tersebut saat ini belum dipasarkan secara reguler di Indonesia. Tata Motors di dalam negeri hanya menjual pikap kecil Intra V20 dan truk Prima.

Hampir Setara Penjualan Nasional

Total impor 105 ribu unit ini hampir menyamai total penjualan pikap seluruh merek di Indonesia sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 107 ribu unit. Angka tersebut memicu kekhawatiran di tengah kondisi industri otomotif domestik yang sedang lesu.

Pemerintah Soroti Dampak ke Industri Dalam Negeri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Indonesia memiliki kapasitas produksi pikap yang memadai.

Beberapa produsen pikap yang beroperasi di dalam negeri antara lain:

  • Astra Daihatsu Motor

  • Isuzu Astra Motor Indonesia

  • Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia

  • Suzuki Indomobil Motor

  • SGMW Motor Indonesia

  • Sokonindo Automobile

Menurut Agus, apabila seluruh kebutuhan kendaraan dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati industri luar negeri. Sebaliknya, bila diproduksi di dalam negeri, manfaat ekonomi dan penciptaan lapangan kerja akan dirasakan oleh industri nasional.

Pos terkait